Tuai Polemik dan Kini Ditunda, Inilah Sejumlah Fakta Soal Imunisasi Meases Rubella

Fatah mengatakan pihaknya menunda pelaksanaan imunisasi hingga menunggu kejelasan dari

Tuai Polemik dan Kini Ditunda, Inilah Sejumlah Fakta Soal Imunisasi Meases Rubella
Hello Sehat
Imunisasi 

Untuk dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit campak dan rubella maka diperlukan cakupan imunisasi minimal 95%.

Dengan cakupan imunisasi MR yang tinggi pada sasaran usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun ini juga dapat melindungi kelompok usia yang lebih besar termasuk ibu hamil agar tidak tertular virus Rubella, karena sekitar 80% sirkulasi virus campak dan rubella terjadi pada usia tersebut.

3. Belum Ada Ajuan Sertifikasi Halal

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Babel,  Akhmad Lutfi mengatakan imunisasi measles rubella (MR) yang sudah digencar di sosialisasikan, pihaknya belum menerima ajuan sertifikasi halal untuk vaksin itu.

Ia pun mengatakan bahwa MUI pusat pun sudah mengajukan perihal permohonan kepada Kementrian Kesehatan RI dari tahun lalu namun tidak juga digubris oleh pihak mereka.

"MUI Pusat sudah mengirimkan dari 31 Juli 2017 lalu,  dengan tembusan kepada DPR RI,  Menteri Agama RI,  dan DP MUI Provinsi Se-Indonesia," ungkap akhmad kepada Bangkapos, Rabu (1/7/2018).

Namun ia pun mengatakan penggunaan vaksin yang belum terverifikasi halal tidak diperbolehkan.

Kendati demikian, menurutnya, ada beberapa kondisi yang membuat vaksin yang belum terverifikasi halal itu bisa digunakan.

"Pertama, belum ada vaksin halal sejenis yang ada dan tersedia. Kedua, ada situasi kondisi yang darurat atau hajat yang jika tidak divaksin akan menyebabkan kematian atau cacat tetap.

Ketiga, ada opini dari ahli yang memiliki kompetensi dan kredibilitas yang menyatakan itu dan tidak ada alternatif pengobatan yang lain," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help