Tunggu Keputusan Menkes, Dinkes Kabupaten Bangka Hentikan Sementara Pemberian Vaksin MR

Program Vaksin Measles Rubella (MR) karena belum mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Tunggu Keputusan Menkes, Dinkes Kabupaten Bangka Hentikan Sementara Pemberian Vaksin MR
Bangka Pos / Nurhayati
Then Suyanti 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menghentikan sementara program Vaksin Measles Rubella (MR) karena belum mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Penundaan tersebut menyusul adanya surat dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerbitkan Surat Nomor 110/1745/DINKES/2018 tentang penundaan sementara program Vaksin MR.

Padahal di beberapa sekolah dasar di Kabupaten Bangka sudah melaksanakan penyuntikan vaksin MR tersebut kepada para pelajar.

Bahkan sejak diinstruksikannya oleh pemerintah pusat untuk pemberian imunisasi MR tersebut di posyandu dan sekolah-sekolah sudah sekitar tujuh persen dilaksanakan di Kabupaten Bangka

Diakui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti karena ada instruksi dari Pemprov Babel untuk menghentikan sementara pemberian vaksin kepada anak-anak dan pelajar maka pihaknya langsung melakukan penundaan pemberian imunisasi MR di posyandu dan sekolah-sekolah.

Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menunggu sampai adanya keputusan hasil pertemuan Kementerian Kesehatan dengan Majelis Ulama Indonesia, Jumat (3/8/2018) di Jakarta.

"Ada surat dari dinas kesehatan provinsi untuk menunda imunisasi MR. Jadi kita masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari provinsi karena ini kan program pusat, dari pusat turunannya ke provinsi, provinsi ke kabupaten," kata Then kepada bangkapos.com, Rabu (3/8/2018) di Kantor Bupati Bangka.

Disinggung mengenai kehalalan imunisasi MR tersebut dijelaskannya bahwa manfaat pemberian vaksin MR sangat baik untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

"Kita tidak mengatakan itu tidak halal, cuma kita masih menunggu sertifikatnya saja karena ada berapa kali ada tes yang kita tahu tidak mengandung yang disebut tadi cuma permasalahannya adalah memang belum memunculkan sertifikat itu. Itu saja," jelas Then.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved