Wagub Ungkap Jika Sudah Terlanjur Divaksin MR Secara Islam Dapat Dimaafkan

yang sudah terlanjur dilakukan vaksinasi nya dan mengingat vaksin Mr belum jelas halal dan tidaknya, dalam Islam dapat dimaafkan

Wagub Ungkap Jika Sudah Terlanjur Divaksin MR Secara Islam Dapat Dimaafkan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Konferensi pers Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah didampingi kepala dinas kesehatan Babel, Mulyono di ruang kerjanya, Jum'at (3/7/2018). . 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polemik Vaksin Measles Rubella (MR) yang belum memiliki sertifikasi halal terus bergejolak di masyarakat lantaran ada beberapa yang sudah melakukan imunisasi MR.

Pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunda sementara pelaksanaan imunisasi ini, namun sudah ada yang melakukan ini.

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah mengatakan apabila sudah terlanjur mendapatkan imunisasi MR, maka dalam Islam dapat dimaafkan.

Hal ini merujuk pada fatwa MUI nomor 04 tahun 2016 tentang imunisasi tanggal 23 Januari 2016 yang menetapkan fatwa tentang imunisasi yaitu pada diktum pertama ketentuan umum yang menjelaskan pada angka ketiga bahwa Al Darurat yakni kondisi keterpaksaan yang apabila dapat diimunisasi dapat mengancam jiwa masyarakat.

Selain itu pada angka 4 Al hajat yakni kondisi keterdesakan yang apabila tidak diimunisasi maka dapat menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang.

"Memperhatikan fatwa MUI nomor nomor 4 tahun 2016 dan hasil koordinasi dengan ketua MUI Bangka Belitung tanggal 13 Agustus 2018, maka untuk masyarakat yang sudah terlanjur dilakukan vaksinas nya dan mengingat vaksin MR belum jelas halal dan tidaknya, dalam Islam dapat dimaafkan," kata Fatah dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Jum'at (3/8/2018).

Ia menambahkan secara medis vaksin MR tidak memberikan dampak bagi penggunanya, yang menjadi persoalan hanya dari sisi legalitas kehalalannya.

"Tidak ada masalah dengan vaksinnya, cuma hanya karena tidak ada sertifikasi halalnya saja. Karena ketentuan di kita kalau yang masuk itu harus memilih sertifikasi halal," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved