Gabungan Nelayan Pantai Sampur Apresiasi Kinerja Aparat Lakukan Penertiban Ponton TI Apung

Para nelayan dari Sampur, Air itam dan Batu belubang yang tergabung dalam Forum nelayan bagan dan pesisir dapat kembali melakukan rutinitas

Gabungan Nelayan Pantai Sampur Apresiasi Kinerja Aparat Lakukan Penertiban Ponton TI Apung
Bangkapos/irakurniati
Ketua nelayan dusun sampur, Nursodik (kiri) bersama salah seorang nelayan setempat. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM -- Usai dilakukan penarikan sejumlah ponton Tambang Inkonvensional (TI) Apung yang beroperasi di zona tangkap nelayan di Pantai Sampur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka tengah, kemarin, (3/8/2018) oleh tim gabungan Ditpolair Polda Bangka Belitung dan Polres Pangkalpinang,

Para nelayan dari Sampur, Air itam dan Batu belubang yang tergabung dalam Forum nelayan bagan dan pesisir dapat kembali melakukan rutinitas tanpa terhalang aktivitas tambang. Mereka turut mengapresiasi kinerja beberapa aparat yang menyuarakan keluhan nelayan itu.

Sebelumnya mereka sudah menghadap ke DPRD Bangka Belitung untuk melakukan audiensi. Para nelayan ini sempat mengeluhkan adanya ratusan ponton TI apung beroperasi di pesisir pantai sehingga mengganggu jalur pulang pergi perahu nelayan.

"Kami mewakili para nelayan sampur mengucapkan terima kasih kepada Dir Polairud Polda Babel, kapolres Pangkalpinang serta kapolsek Pangkalan Baru beserta anggota dan seluruh jajaran pemerintahan yang telah menindak lanjuti keluhan nelayan selama ini, melakukan razia gabungan dengan menarik ponton yang mengganggu aktivitas nelayan karena berada di jalur nelayan, kami merasa terayomi dengan tindakan kepolisian tersebut." ujar Ketua nelayan Dusun Sampur, Nursodik, Sabtu (4/8/2018).

Menurutnya, penarikan ponton TI apung semoga dapat memberikan efek jera kepada penambang, namun tidak berlanjut pada kontra dengan penambang yang diduga merupakan pendatang tersebut. Ia pun berharap aktivitas tambang dapat ditertibkan agar tidak kembali beroperasi di Pantai Sampur

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help