Rakor Gubernur Mulai Besok, Enam Isu Ini yang Akan Dibahas

Fery Insani mengatakan enam isu strategis yang akan dibahas dalam Rakor Gubernur merupakan hal-hal yang memang krusial.

Rakor Gubernur Mulai Besok, Enam Isu Ini yang Akan Dibahas
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitan dan Pengembangan (Bapppeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fery Insani 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitan dan Pengembangan (Bapppeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fery Insani mengatakan enam isu strategis yang akan dibahas dalam Rakor Gubernur merupakan hal-hal yang memang krusial.

Rakor Gubernur Babel bersama bupati/wali kota akan dilaksanakan selama dua hari yang diawali dengan rakor teknis pada 7-8 Agustus 2018 di Wisma Ranggam, Muntok, Bangka Barat.

Dalam rakor ini akan membahas enam isu strategis yang sedang berkembang yakni stunting dan angka kematian ibu dan bayi, percepatan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, pembahasan pembangunan pelabuhan se Babe, isu event pariwisata, TPA Regional, Bantuan Keuangan Provinsi ke Kabupaten/kota.

"Ada enam isu seperti stunting yang memang harus bersama-sama kita intervensi. Kalau stunting ditetapkan di daerah Bangka Barat 10 desa di Bangka 2 desa, ini harus kita intervensi kesehatan, pendidikan, kita Keroyokan, ini menjadi penting karena berkaitan dengan indeks pembangunan manusia, usia harapan hidup, sehingga ini perlu menjadi perhatian bersama bupati/wali kota," katanya, Senin (6/8).

Menurutnya, terkait pelabuhan juga pihaknya ingin mengintegrasikan semua pelabuhan penyeberangan sehingga dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah.

"Kemudian pelabuhan ada 48 titik di survei, buat pelabuhan yang menjadi Hap satu. Semua dalam konsep RZWP3K," katanya.

Menurutnya, untuk RZWP3K pihaknya menargetkan tahun ini memang sudah harus dirampungkan.

"RZWP3K ini kendalanya hanya 0-2 mil tapi imbasnya luas, kita sudah ada alternatif skenario ada beberapa seperti Belitung free zone tambang, di kelabat kita usulkan, di Mapur Tuing tidak ditambang," katanya.

Disinggung soal pelaksanaan dan komitmen Rakorgub tahun lalu, ia mengatakan saat ini masih dalam proses pelaksanaan dan pihaknya juga akan melakukan evaluasi.

"Tetap dievaluasi, misalnya tahun lalu juga kita membahas harga komoditi yang turun, tahin ini kita bahad lagi dengan menampilkan isu aktual termasuk harga sawit dan lada, apakah kendala lahan, perizinan dan distribusi. Rapat kita buat efektif," kata Ferry.

Ditanyai perihal lainnya, seperti penyertaan modal ke Jamkrida yang menjadi point pembahasan tahun lalu, menurutnya saat ini sudah ada beberapa daerah yang menyertakan modal.

"Apa yang disepakati tahun lalu masih dalam progres kan memang tidak bisa selesai satu tahun, karena ini simultan seperti integrasi sapi sawit juga sudah jalan, kemudian pengembangan pariwisata ini kan juga kita bahas. mempersiapkan ekonomi andalan selain timah juga akan jadi pembahasan," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved