Sektor Tambang Menurun Ekonomi Babel Tetap Tumbuh 4,51 Persen di Triwulan II 2018

Pertumbuhan ekonomi Kepuluan Bangka Belitung triwulan II tahun 2018 mengalami pertumbuhan 4,51 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun 2017

Sektor Tambang Menurun Ekonomi Babel Tetap Tumbuh 4,51 Persen di Triwulan II 2018
Bangka Pos / Krisyanidayati
Konfrensi Pers BPS Babel tentang pertumbuhan ekonomi di ruang BPS Babel, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pertumbuhan ekonomi Kepuluan Bangka Belitung triwulan II tahun 2018 mengalami pertumbuhan 4,51 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun 2017, namun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 5,18 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2018, ekonomi Babel tumbuh 3,46 persen.

Sumber pertumbuhan ekonomi terbesar disokong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 8,71 persen. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pertumbuhan ekonomi disokong oleh sektor pertambangan. Sektor pertambangan dalam laju pertumbuhan sebesar -3,67 persen.

"Secara umum memang pertumbuhannya melambat. Tapi, pertanian progresnya baik bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, kalau selama ini asumsinya hanya ekonomi akan naik kalau pertambangan naik. Sekarang ternyata di Triwulan 2 adanya penurunan di pertambangan ternyata kita masih bertumbuh dan ini masih menggembirakan," kata kepala BPS Babel, Darwis Sitorus usai menyampaikan rilis BPS, Senin (6/8/2018).

Darwis menilai, pertumbuhan ekonomi ini menadai bahwa ekonomi di Babel tak lagi berpedoman pada sektor pertambangan saja.

"Dengan bertumbuhnya 4,51 persen dan adanya penurunan di sektor tambang, kinerja selain tambang sudah mulai membaik seperti perkebunan dan pertanian yang sudah memberikan kontribusi pembentukan PDRB," tambahnya.

Ia menyebutkan apabila sektor tambang mengalami pertumbuhan yang baik berbarengan dengan sektor pertanian, maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi Babel lebih baik.

"Saya kira pemerintah sudah cukup baik menggerakkan sektor lain selain pertambangan, pertanian sudah meningkat. Dengan kondisi pertambangan menurun tapi ekonomi Babdl masih bisa tumbuh dan survive, kalau dua-duanya bisa tumbuh berbarengan ini akan lebih besar lagi pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, meski tambang saat ini masih menurun, namun ketergantungan tambang untuk pertumbuhan ekonomi masih cukup tinggi.

"Kita enggak bisa langsung tidak mempertimbangkan tambang. Walaupun tambang menurun tapi sedikit banyak pertumbuhan kinerja sektor lain juga dipengaruhi oleh tambang, masyarakat masih banyak melakukan penambangan," katanya.

Ia memprediksi bahwa triwulan III sektor pertambangan akan kembali tumbuh, dan berharap ini bisa membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi pemerintah daerah 5 persen.

"Aa sinyal tambang akan bergerak lagi lebih tinggi. Kita Optimis triwulan 3 ini meningkat. Untuk bisa mencapai target 5 persen, triwulan III ekonomi harus tumbuh 6-7 persen. Tapai kalau dibawah itu sulit kita untuk bida mencapai target," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help