Cuma Modal Jas dan Ngaku Staf Presiden, Pria Gempal Ini Raup Rp 8 Miliar dari Hasil Menipu

Dalam keterangannya di persidangan, ia mengaku berhasil meraup uang sebesar Rp 8 miliar atas perbuatannya.

Cuma Modal Jas dan Ngaku Staf Presiden, Pria Gempal Ini Raup Rp 8 Miliar dari Hasil Menipu
Kolase tribun jatim
Ghandi (berkopiah putih) saat keluar dari Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7/2018). 

BANGKAPOS.COM - Gandhi Pradikta, terdakwa yang mengaku-ngaku sebagai staf presiden kembali jalani sidang atas dugaan kasus penggelepan dan penipuan.

Ia menjalani sidang dengan agenda keterangan terdakwa di Ruang Tirta 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Senin, (6/8/2018).

Dalam keterangannya di persidangan, ia mengaku berhasil meraup uang sebesar Rp 8 miliar atas perbuatannya.

Bahkan ia sempat menangani pengusaha dari Australia.

Di hadapan majelis hakim, ia dicecar beberapa pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi terkait aksinya.

Mengaku Staf Presiden, Gandhi Pradikta Tipu Sopir dengan Iming-iming Bisa Masuk TNI AL

Ghandi berkopiah putih saat memasuki persidangan| TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN

Terdakwa tidak hanya berhasil menipu pengusaha tanah, tapi juga mendaftarkan satu di antara korbannya menjadi TNI.

“Saya mendapat pakaian setelan jas atas dana pribadi. Saya bisa masuk ke Istana Bogor dan beberapa kali bertemu dengan kepala biro kepresidenan,” ujarnya di hadapan Ketua Majelis Sifa’urosidin sebagaimana dikutip dari TribunJatim.com dari yang berjudul Ngaku Staf Presiden, Penipu Gelapkan Rp 8 M, Setengah Uang Hasil Kejahatannya untuk Kegiatan Sosial

Kemudian, terdakwa mengaku bisa masuk istana kepresidenan berkat kenalannya dari Paspampres.

Selain itu, ia sempat mendapat permintaan dari pengusaha dari Australia untuk pembebasan tanah.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help