Indonesia Serahkan Kapal Pesiar Mewah Kepada Malaysia, Mahathir Mohamad Ucapkan Terima Kasih

Pemerintah Indonesia menyerahkan kapal pesiar ke pihak berwenang Malaysia, menyusul permintaan Perdana Menteri Mahathir Mohamad

Indonesia Serahkan Kapal Pesiar Mewah Kepada Malaysia, Mahathir Mohamad Ucapkan Terima Kasih
KAPAL pesiar mewah Equanimity 

BANGKAPOS.COM -- Kapal pesiar atau yacht mewah terkait dengan skandal korupsi di perusahaan 1MDB yang melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak sedang dalam perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia.

Diwartakan New Straits Times pada Senin (6/8/2018), kapal pesiar bernama Equanimity dikawal oleh polisi Malaysia dan tiga kapal patroli polisi laut.

Kapal pesiar Equanimity diperkirakan akan berlabuh di Port Klang pada Selasa (7/8/2018) pukul 15.00 waktu setempat.

Pemerintah Indonesia menyerahkan kapal pesiar ke pihak berwenang Malaysia, menyusul permintaan Perdana Menteri Mahathir Mohamad selama berkunjung ke Jakarta pada Juni lalu.

Melalui pernyataannya di Facebook, Mahathir menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan pihak berwenang dari Indonesia yang bersedia menyerahkan kapal.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas kerja sama erat dengan Malaysia dan untuk menyelesaikan salah satu masalah kami," katanya.

"Kami yakin kapal ini dimiliki oleh Malaysia karena dibeli dengan menggunakan uang negara yang dicuri," imbuhnya.

Mahathir menambahkan, siapa saja yang mengklaim kapal tersebut berhak menyodorkan bukti.

"Kami ingin tahu bagaimana mereka mendapat banyak uang untuk membeli kapal yang mahal," ucapnya melalui video di Facebook.

Namun, jika pemilik dapat membuktikan kapal dibeli dengan uang pribadi, maka pemerintah Malaysia akan mengemballkan kapal pesiar ke pemilik yang sah.

Berdasarkan laporan dan penyelidikan awal oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, yacht mewah itu dibeli dengan memakai uang yang dicuri dari 1MDB.

"Saya sungguh berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi Malaysia," kata Mahathir.

Kapal pesiar itu disita oleh pihak berwenang Indonesia pada Februari lalu karena adanya permintaan dari kementerian AS untuk memfasilitasi penyelidikan atas skandal 1MDB.

Pada April 2018, pengadilan Indonesia memutuskan penyitaan tersebut melanggar hukum dan harus dikembalikan kepada Jho Low. Low merupakan mantan penasihat tidak resmi 1MDB, yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Yacht mewah Equanimity kembali disita pada Juli lalu, menyusul adanya permintaan resmi lainnya dari pemerintah AS. (Veronika Yasinta)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved