Komisi I DPRD Basel Apresiasi Langkah Dinkes Hentikan Imunisasi Vaksin MR

kebijakan Dinas kesehatan yang langsung menghentikan sementara kegiatan imunisasi Vaksinasi Measles Rubella (MR) di wilayah Bangka Selatan.

Komisi I DPRD Basel Apresiasi Langkah Dinkes Hentikan Imunisasi Vaksin MR
Ist
Wakil ketua komisi I DPRD Basel Samsir, Selasa (7/8/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komisi 1 DPRD Bangka Selatan mengapresiasi kebijakan Dinas kesehatan yang langsung menghentikan sementara kegiatan imunisasi Vaksinasi Measles Rubella (MR) di wilayah Bangka Selatan.

Apresiasi ini menyusul Adanya pro kontra tentang penggunaan Vaksinasi MR akhir-akhir ini. Langkah ini diberlakukan sampai ada keterangan lebih lanjut serta kejelasan valid tentang vaksin MR termasuk efek lanjutannya dari penggunaan vaksin tersebut terhadap anak Balita di Bangka Selatan.

Untuk itu komisi 1 DPRD Basel meminta agar dinas kesehatan segera menindaklanjuti informasi pro kontra penggunaan vaksin MR ke kementerian kesehatan.

Sebab vaksin ini juga sangat penting untuk menjaga anak balita kita dari terjangkitnya penyakit dan sekaligus untuk meningkatkan antibodi anak balita terhadap penyakit campak pada balita.

Campak dapat melemahkan sistim kekebalan tubuh dan menyebabkan demam , ruam, batuk, pilek dan mata merah serta berair. Campak juga kerap menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak dan kematian.

" Sementara rubella atau campak Jerman merupakan infeksi virus yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, mata merah dan mata gatal. Walau ringan virus ini bisa memberi dampak buruk pada ibu hamil yang tertular yakni menyebabkan keguguran , bayi terlahir meninggal, atau bahkan cacat lahir serius pada bayi seperti kebutaan dan tuli. Makanya kami minta Dinkes menindaklanjuti persoalan tersebut," ujar wakil ketua komisi I DPRD Basel Samsir, Selasa (7/8/2018)

Lebih lanjut dikatakan Samsir, program pemberian vaksin imunisasi MR ini bertujuan mencegah infeksi Rubella saat kehamilan yang menyebabkan bayi lahir dengan penyakit kelainan bawaan.

Menurutnya, Vaksin MR merupakan pengganti vaksin MMR yg kini sudah tidak tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia termasuk di Bangka Selatan.

" Karena pentingnya vaksin MR ini untuk mengantisipasi tertularnya penyakit campak dan Rubella tersebut kami mengharapkan. Dinas kesehatan secepatnya berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan tentang solusinya sehingga tidak membiarkan banyak anak dan ibu tanpa dilindungi Vaksin MR tersebut," pungkasnya.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help