Inilah Sosok yang Siram Bensin ke Tubuh SPG Cantik, Jabatan dan Pendidikannya Nggak Nyangka

Sekujur tubuhnya hangus terbakar, sidik jarinya pun turut terbakar hingga sulit dikenali.

Inilah Sosok yang Siram Bensin ke Tubuh SPG Cantik, Jabatan dan Pendidikannya Nggak Nyangka
Instagram
Ferin Anjani 

BANGKAPOS.COM - Warga Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, geger dengan penemuan mayat perempuan, Rabu pagi (1/8/2018).

Perempuan ini ditemukan tewas secara mengenaskan dan tanpa identitas. 

Sekujur tubuhnya hangus terbakar, sidik jarinya pun turut terbakar hingga sulit dikenali. 

Jasad tersebut pun sempat dimakamkan karena tak kunjung diketahui identitasnya.

Orang-orang yang tinggal di sekitar penemuan mayat pun tidak ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

//

Setelah polisi melakukan berbagai upaya mengungkap kejahatan keji ini, polisi pun berhasil mengungkap identitas perempuan malang tersebut, pada Minggu (5/8/2018).

Polisi berhasil mengungkap identitas mayat perempuan tersebut dengan menyebar anggota tim Satreskrim Polres Blora menyasar sejumlah wilayah dari Jumat (3/8/2018) lalu.

//

Berdasarkan bukti-bukti dan temuan di lapangan, penyelidikan tersebut mulai mengerucut bahwa korban adalah salah satu warga Semarang.

ferinanjani
instagram.com/ferinanjani

Keyakinan akan informasi, identitas beserta asal-usul korban semakin menguat manakala di Polrestabes Semarang juga diketahui ada laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sama dengan mayat di Blora.

Mayat tersebut bernama Ferin Anjani, (21), warga RT04/RW 16, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jateng. 

AKBP Saptono mengutarakan pun memastikan identitas Ferin Anjani dengan mengunjungi pihak keluarga korban dan mencocokkan barang bukti berupa anting yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP)

"Setelah ditunjukkan anting yang dipakai korban, pihak keluarga mengenali dan mengatakan kalau anting tersebut milik korban," kata Saptono kepadaKompas.com, Selasa (7/8/2018).

Setelah mendatangi anggota keluarga, polisi pun melakukan lidik dan berhasil mengantongi identitas pelaku, dan mulai mengejar terduga pelaku pembunuhan perempuan tersebut.

Dua hari berselang yaitu, Selasa (8/8/2018) Satreskrim Polres Blora menangkap pelaku pembunuhan Ferin Anjani di Semarang.

Pelaku Kritiyan Ari Wibowo (30), warga asal Kecamatan Kunduran, Blora, namun kost di Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang.

Polres Blora, Jawa tengah membongkar makam korban di kompleks pemakaman RSU Blora, Selasa (7/8/2018)
Polres Blora, Jawa tengah membongkar makam korban di kompleks pemakaman RSU Blora, Selasa (7/8/2018) (?(KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO))

Pria sadis ini pun berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Di hadapan polisi, Kritiyan Ari Wibowo mengakui semua perbuatannya telah membunuh korban dengan cara dibakar.

Ferin Anjani dibakar saat masih hidup. Tangan beserta kaki korban diikat sebelum dibakar.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar," kata AKBP Saptono kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Menurut Saptono, sebelum kejadian, korban bertemu dengan pelaku di sebuah kamar hotel di Semarang.

Keduanya lantas berhubungan intim. Setelah puas melakukan hubungan seksual, pelaku menganiaya korban hingga tak sadarkan diri.

"Pelaku kemudian membawa korban menuju kawasan hutan di Blora dengan mengendarai mobil Honda Jazz pinjaman. Korban dibekap, diikat tangan dan kakinya. Nah, di lokasi kejadian, korban yang masih hidup disiram bensin satu liter dan dibakar. Setelah dipastikan tewas, pelaku kabur," terang Saptono.

Kepada polisi, Kritiyan Ari Wibowo mengaku juga membunuh perempuan lain dan membakar jasad korbannya itu pada 2011 silam.

 

"Dan ini juga setelah kita interogasi, pelaku ini melakukan hal yang sama pada tahun 2011, dengan motif mengambil mobil korban. Dengan TKP di Todanan yang dulu sampai sekarang belum terungkap itu," ujarnya.

Polisi menduga pelaku kembali mengulangi perbuatannya karena aksinya pada tahun 2011 tidak terungkap.

"Jadi karena mungkin dulu pernah melakukan hal yang sama, berpikiran seperti itu tidak bisa terungkap, jadi diulangi lagi dia (pelaku)," imbuhnya.

Dia menghabisi Ferin di sebuah kamar hotel di Kota Semarang, namun bukan di hotel tempat si pelaku bekerja sebagai Manajer Front Office.

"Pelaku ini padahal kerjanya front office hotel lho, gajinya ya harusnya mencukupi, apalagi dia ini (lulusan) S1. Beda, hotelnya tempat pelaku kerja sama TKP dia membunuh korban ini beda hotel," kata AKBP Saptono.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, menyampaikan, indikasi korban dibakar hidup-hidup itu juga diperkuat dengan adanya hasil penyelidikan tim Labfor Polda Jateng.

"Korban dibakar hidup-hidup merujuk otopsi tim Labfor Polda Jateng. Pelaku mengakuinya juga," kata Heri.

Wanita Cantik Berprofesi Sebagai SPG

Berdasarkan penyelidikan polisi selama beberapa hari, Ferin Anjani diketahui berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG) yang indekost di Semarang.

Ferin Anjani adalah sosok wanita yang cantik, hal ini terlihat dari sosial media instagram yang dimiliki Ferin Anjani. 

Ungkapan bela sungkawa pun diberikan oleh para netizen dan kerabatnya melalui media sosial. 

Ferin terakhir mengunggah foto di Instagram pada 29 Juni 2018 namun menutup kolom komentarnya. 

Ia kerap mengungah foto-fotonya yang menunjukkan betapa cantiknya dirinya.

Tempat dia berfoto pun adalah tempat-tempat mewah, dan tempat-tempat wisata.

ferinanjani
instagram.com/ferinanjani

Dalam media sosial instagramnya, Ferin Anjani mengupload fotonya diantara mobil-mobil mewah dan memegang tas berwarna hitam.

Dandanannya pun terlihat seksi dengan celana jeans dan baju ketat.

Pada unggahan terakhirnya, ia menuliskan Let go of the illusion that it could have been any different . (Lepaskan ilusi yang itu bisa membuat berbeda).

ferinanjani
instagram.com/ferinanjani

Teman dan Keluarga Ferin Merasa Sangat Kehilangan

Ferin Anjani, gadis cantik yang mayatnya ditemukan di Blora dalam keadaan mengenaskan ini telah dikebumikan di TPU Dadapsari Sendangmulyo Tembalang Semarang, Selasa (7/8/2018).

Jenazah tiba di rumah duka di Perum PGRI blok K, Sendangmulyo Tembalang Semarang pada sekitar pukul 09.00 WIB.

Para kerabat gadis yang akrab disapa Ferin ini cukup kaget mendengar kabar kematian tersebut.

"Soalnya dari update sosmednya itu tanggal 31 Juli malam dia masih berada di Semarang," ujar salah satu kerabat almarhum, Dita.

Menurut ibunda Ferin, Kiswati, rekan terdekat Ferin pun sampai mendatanginya ke rumah karena kehilangan kontak sehari semalam dengan Ferin.

ferinanjani
instagram.com/ferinanjani

"Jadi kami melakukan laporan hilangnya Ferin setelah temannya itu datang ke sini, dikiranya Ferin pulang ke rumah," ungkap Kiswati.

Menurutnya, Ferin berpamitan ke rekannya sebelum pergi dan tidak ada kabar. "Setelah itu sampai pagi hari tidak ada kabar, di telepon hanya menyambung dan tak diangkat," tuturnya.

Karena sehari semalam Ferin tidak ada kabar, rekannya merasa khawatir dan langsung mencari ke rumahnya.

"Temannya ketakutan takut Ferin kenapa-napa, ke sini sampai nangis-nangis karena tidak biasanya Ferin tak dapat dihubungi."

Merasa ada keanehan, keluarga langsung melaporkan hilangnya Ferin ke Polrestsbes Semarang.

Terpisah, penemuan mayat gadis dalam kondisi mengenaskan di Blora tersebut mulanya tanpa identitas.

"Jadi Ferin itu pergi tidak bawa ktp, hanya sejumlah uang, handphone dan perhiasan, KTP nya ditinggal di kamar kosnya."

Jenazah Ferin pun telah dimakamkan di Blora sebelumnya, setelah itu pihak kepolisian dan keluarga berkoordinasi dan mencocokkan ciri-ciri jenazah dengan Ferin.

"Saya yakin betul itu anting anak saya giginya juga saya yakin betul," bebernya. Sehari setelahnya ia menjalani tes DNA untuk memastikan dan hasilnya memang cocok.

"Setelah yakin lalu jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diperiksa lebih lanjut, kemudian pagi ini baru sampai di rumah duka," tambahnya.

Rekan-rekan korban bertakziah ke rumah duka, di Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, Selasa (7/8/2018).
Rekan-rekan korban bertakziah ke rumah duka, di Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, Selasa (7/8/2018). (Tribun Jateng)

Adapun pelaku pembunuhan langsung diringkus oleh petugas di Semarang. "Soalnya handphone, uang dan perhiasan Ferin juga dibawa oleh pelaku, jadi dilacak melalui handphone yang dibawa katanya," kisah Kiswati pilu.

Kiswati pun tak habis pikir dengan motif tersangka membunuh anaknya, ia sadar putrinya tak akan dapat tergantikan.

Namun ia berharap pelaku mendapatkan hukuman terberat. (Tribunjateng.com/Kompas.com)

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved