Puluhan Pengemudi Mobil Mitra Grab Datangi Kantor Grab di Pangkalpinang, Ini yang Mereka Persoalkan

Puluhan pengemudi mobil jasa layanan transportasi online Grab di Pangkalpinang mendatangi Kantor Grab, di Jalan Ahmad Yani, Pangkalpinang

Puluhan Pengemudi Mobil Mitra Grab Datangi Kantor Grab di Pangkalpinang, Ini yang Mereka Persoalkan
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Puluhan pengemudi mobil layanan jasa angkutan mitra Grab saat mendatangi Kantor Grab di Pangkalpinang, Rabu (8/8/2018) siang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Puluhan pengemudi mobil jasa layanan transportasi online Grab di Pangkalpinang mendatangi Kantor Grab, di Jalan Ahmad Yani, Pangkalpinang, Rabu (8/8/2018) siang.

Tiba sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan ini belum bertemu dengan pimpinan perwakilan Grab di Pangkalpinang karena sedang tak berada di kantor dan hanya diterima oleh security kantor Grab Pangkalpinang.

Mereka kemudian memutuskan menunggu pimpinan perwakilan Grab di Pangkalpinang yang sedang tak berada‎ di kantor. Hingga pukul 14.35 WIB, rombongan masih bertahan di kantor Grab.

"Sekarang lagi menunggu perwakilan Grab di Pangkalpinang," Putara Hare‎fa, perwakilan pengemudi Grab kepada Bangka Pos di dekat Kantor Grab Pangkalpinang.

Aksi mendatangi kantor Grab Pangkalpinang ini diketahui terkait dengan skema baru insentif untuk para pengemudi yang berlaku per 25 Juli 2018 lalu.

Putara menjelaskan, skema baru yang mereka sebut skema garansi tersebut merugikan para mitra Grab.

‎Sebelumnya, skema insentif mereka dibagi menjadi tiga level di antaranya level 1 yakni 8 trip dengan insentif Rp 45 ribu, level 2‎ yakni 12 trip dengan insentif Rp 145 ribu, dan level 3 yakni 16 trip dengan insentif Rp 250 ribu.

Insentif ini adalah pendapatan yang didapatkan pengemudi di luar pendapatan dari tarif per trip.

Sekarang, kata Putara, pada skema yang baru insentif mereka hanya menggunakan sistem pendapatan minimum.

"Sekarang sistem garansi, pendapatan minimum. Tetap ada levelnya, misalnya trip di angka 8, apabila tarif tunai kurang dari 190 ribu, sisanya dilengkapi Grab. Kalau sudah Rp 190 ribu, tidak ada tambahan intensif.‎ Jadi cuma dapat tarif tunai (kalau di bawah Rp 190 ribu). Jelas merugikan, ini menunjukkan grab tidak berpihak kepada mitra. Itu baru di level 8 trip," kata Putara.

Dia menjelaskan, pihaknya pernah diundang bertemu pimpinan perwakilan Grab pada 26 Juli, satu hari setelah pemberlakuan skema insentif baru. Namun, para pengemudi tak hadir.

"Pada tanggal 27 kami datang ke sini untuk memohon. Kami sempat tanya alasan, tapi mereka kasih jawaban yang konyol. Ini kata mereka untuk menghindari order fiktif. Kemudian menurut mereka untuk menghadirkan kompetitor," kata Putara.

Puluhan pengemudi Grab ini adalah hanya mitra Grab untuk jasa layanan angkutan mobil. Menurut mereka, persoalan insentif yang dinilai merugikan mitra Grab tak dirasakan para mitra yang melayani jasa angkutan menggunakan sepeda motor.

Belum diperoleh tanggapan perwakilan Grab mengenai aksi ini. Hingga pukul 14.36 WIB, para pengemudi belum bertemu dengan pimpinan perwakilan Grab di Pangkalpinang. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved