Semburan Air Setinggi 20 meter di Ngawi Jadi Tempat Selfie dan Pedagang Kopi Dadakan

Sudah empat hari, semburan air di tengah sawah di Desa Sidolaju menyemburkan air dengan ketinggian 20 meter hingga 30 meter.

Semburan Air Setinggi 20 meter di Ngawi Jadi Tempat Selfie dan Pedagang Kopi Dadakan
Semburan air bercampur gas dan material pasir serta kerikil di sawah milik Mujianto di Dusun Weru, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi 

BANGKAPOS.COM - Sudah empat hari, semburan air di tengah sawah di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, masih menyemburkan air dengan ketinggian yang sama sekitar 20 meter hingga 30 meter.

Hingga Rabu (8/8/2018) pagi, belum diketahui penyebab semburan air bercampur pasir tersebut.

Pantauan di lokasi, ratusan warga terus berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung fenomena unik ini.

Meski pihak kepolisian setempat sudah memasang police line di sekeliling lokasi, namun warga tetap mendekati lokasi dan berswafoto atau selfie.

Menurut penuturan warga pada Senin (6/8/2018) atau hari kedua air sempat surut namun air kembali menyembur hingga ketinggian 20 meter hingga 30 meter.

Sri Lestari (40) warga Kecamatan Kedung Galar mengaku penasaran setelah mendengar cerita tentang semburan air di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Semburan air bercampur gas dan material pasir serta kerikil di sawah milik Mujianto di Dusun Weru, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi hingga hari kedua, Senin (6/8/2018) masih mengucur deras.
Semburan air bercampur gas dan material pasir serta kerikil di sawah milik Mujianto di Dusun Weru, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi hingga hari kedua, Senin (6/8/2018) masih mengucur deras. ()

"Penasaran ingin lihat, dengar cerita dari tetangga,"kata Sri Lestari yang mengajak anaknya melihat lokasi semburan air.

Banyaknya warga yang berdatangan mendatangkan rejeki bagi sejumlah pedagang kopi dadakan.

Gino (54) misalnya, sejak hari pertama ia membuka lapak tak jauh dari lokasi semburan air.

Dalam sehari, ia bisa mendapatkan omset Rp 400 ribu dari hasil berjualan kopi dan juga gorengan.

"Sejak hari pertama saya sudah di lokasi,"kata pria yang sehari-hari berjualan kopi keliling di sekitar proyek double track. (rbp)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help