Terlibat Narkoba, Mantan Polisi Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta

Niko ditangkap setelah kedapatan menggunakan narkotika pada tanggal 1 Maret 2018 sekitar pukul 15:30 wib di sebuah rumah kenalannya

Terlibat Narkoba, Mantan Polisi Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta
Bangka Pos / Adinda Rizki Amanda
Penasehat hukum terdakwa Berry Afrido Putra 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Niko ditangkap setelah kedapatan menggunakan narkotika pada tanggal 1 Maret 2018 sekitar pukul 15:30 wib di sebuah rumah kenalannya di jalan Air itam, Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, Rabu (8/8/2018).

Terdakwa mengaku mendapatkan barang tersebut dengan membeli dari kenalannya seharga Rp.700 ribu.

Atas perbuatan terdakwa dituntut oleh penuntut umum 5 tahun kurungan penjara dengan denda Rp.800 juta.

"Saudara dengar saudara dituntut 5 tahun dengan denda Rp.800 juta apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan"ungkap ketua hakim I Nyoman Wiguna

Barang bukti berupa 1 paket yang diduga Narkotika jenis shabu-shabu, 1 buah alat hisap bong, 1 buah Purek kaca, 1 buah kotak rokok, 2 unit hp dan 1 buah tas ransel warna hitam sudah berhasil diamankan.

Usut punya usut ditengah persidangan terdakwa ternyata seorang mantan polisi yang dulunya bekerja sebagai seorang staff kemudian dipecat karena tidak masuk kerja.

Hal ini sudah pernah terdakwa ungkapkan pada sidang sebelumnya. Terdakwa mengaku seorang mantan Polisi dihadapan Majelis hakim.

"Saya dipecat karena saya tidak masuk kerja bukan karena kasus narkoba, setelah dipecat baru saya menggunakan narkoba"jelas terdakwa saat ditanya majelis hakim.

Sebelumnya terdakwa sempat dihukum kurungan penjara selama 8 bulan lamanya karena kasus Narkotika. Namun saat ini harus kembali di sidang dengan kasus yang sama.

Hal ini disampaikan langsung oleh penasehat hukum terdakwa yakni Berry Afrido Putra kepada bangkapos.com

"Selain mantan polisi terdakwa juga sempat tersandung kasus Narkotika sebelumnya, tapi yang perlu diingat saat ini terdakwa ditangkap bukan lagi sebagai polisi melainkan masyarakat sipil biasa"jelasnya saat usai menghadiri sidang.

Sidang dipimpin oleh ketua hakim I Nyoman Wiguna dan didampingi anggota hakim Siti Hajar Siregar dan Corry Oktarina di ruang Garuda PN Pangkalpinang.(*)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help