Kemendikbud : Orangtua Harus Peduli Agar Anak Bermain Games Sesuai Kategori Usia

Sebuah games apabila penerapan yang diberikan oleh orangtua bisa dirancang khusus sebagai media pembelajaran yang efektif bagi perkembangan anak

Kemendikbud : Orangtua Harus Peduli Agar Anak Bermain Games Sesuai Kategori Usia
Bangka Pos / Yudha Palistian
Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nono Adya. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI,  Nono Adya,  mengatakan para orangtua harus peduli terhadap permainan anak seperti Game Mobile Legends atau Games lainnya.

Bila penggunaan dan penerapannya tepat dapat memberikan dampak positif pada anak, tetapi jika salah penerapannya maka bisa membuat anak semakin brutal.

Ia menambahkan,  sebuah games apabila penerapan yang diberikan oleh orangtua bisa dirancang khusus sebagai media pembelajaran yang efektif bagi perkembangan kognitif, motorik maupun sosial-emosional. 

"Ada studi yang menyebutkan bahwa anak yang terbiasa main game yang sesuai umurnya, ternyata mereka pengambil keputusan yang cepat dan berani, berlatihnya dari game," ujarnya kepada Bangkapos,  Rabu (8/8).

Tetapi sebaliknya, jika anak-anak memainkan permainan untuk dewasa maka bisa menimbulkan dampak negatif. Mereka akan kecanduan karena adrenalin yang terpacu dan bisa berperilaku brutal.

Game itu tergantung cara penggunaannya. Jangan anti game, jangan juga buta pro game. Tidak semua  game memiliki karakteristik yang cocok untuk dimainkan oleh anak semua umur.

Orangtua perlu tahu dan peduli bahwa ada sistem rating yang memberi peringatan pembelinya tentang kecocokan konten untuk dimainkan anak usia tertentu. Sehingga anak-anak terhindar dari dampak buruknya.

Nono mengharapkan orangtua harus menyadari tentang pengkategorian game ini, serta membimbing dan terlibat bersama anak-anaknya memilih game yang cocok bagi mereka.

Tujuannya agar pada akhirnya anak memiliki media literacy - kemampuan untuk melek media - memahami alat dan konten yang mereka gunakan dan mampu memilih yang tepat dan berpengaruh positif.

Di Amerika Serikat misalnya, terdapat sistem Entertainment Software Rating Board (ESRB). 

Dalam sistem ESRB, terdapat enam kategori rating, yaitu:Early Childhood (cocok untuk anak usia dini), Everyone (untuk semua umur), Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas), Teen (untuk usia 13 tahun ke atas), Mature (untuk usia 17 tahun ke atas) dan Adults Only (untuk dewasa), serta satu kategori antara Rating Pending. 

Klasifikasi ini menjadi sangat penting karena prinsipnya berbagai pihak di sekeliling anak wajib bertanggung jawab terhadap anak yang termasuk kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh teknologi. 

Penggunaan game yang baik mampu menghibur tanpa berisiko memberikan dampak buruk, dimainkan dalam porsi yang pas dan seimbang dengan berbagai alternatif kegiatan lain.

Orangtua juga perlu mahir dalam memanfaatkan video game sebagai salah satu media pembelajaran sesuai minat dan kebutuhan anak.(*) 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved