Punya Anggota Dua Juta Orang, Ternyata Komunitas Ojek Online Mulai Jadi Incaran Partai Politik

Sejumlah partai politik berupaya mendekati komunitas ojek online jelang Pemilihan Umum 2019.

Punya Anggota Dua Juta Orang, Ternyata Komunitas Ojek Online Mulai Jadi Incaran Partai Politik
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Sejumlah partai politik berupaya mendekati komunitas ojek online jelang Pemilihan Umum 2019.

Hal ini disampaikan anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono. Garda merupakan salah satu komunitas pengemudi ojek online.

"Kalau pendekatan ada. Namun, kami tetap tidak bisa berpolitik praktis. Artinya kami menolak apabila ada ajakan untuk dukung-mendukung atau berpolitik praktis," kata Igun kepada Kompas.com, Kamis (9/8/2018).

Kendati demikian, Igun tak menyebut partai politik mana yang telah berusaha mendekati kelompok pengemudi ojek online.

Menurut dia, pendekatan tersebut juga baru dilakukan secara personal.

"Pendekatan secara resmi belum ada, artinya panggilan-panggilan resmi belum ada terhadap kami, personal saja," kata dia.

Igun menyatakan, organisasinya secara tegas melarang aktivitas politik praktis. Ia pun menyerahkan pilihan politik kepada masing-masing anggotanya.

Igun tidak memungkiri apabila jumlah pengendara ojek online yang mencapai angka dua juta orang itu dapat menjadi medium kampanye yang sangat efektif.

"Ojek online ini kan profesi yang berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat yang lain. Mungkin dipandangnya ojek online efektif kalau dipakai kampanye atau dukung-mendukung politik praktis," kata Igun.

Ia juga menyampaikan, Garda merupakan aliansi yang terdiri dari sejumlah organisasi dan komunitas pengendara ojek online se-Indonesia.

Ia menyebut Garda mewakili seluruh pengendara ojek online yang disebutnya berjumlah dua juta orang. (Ardito Ramadhan)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved