Bank Indonesia Ungkap Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar mata uang memegang peranan penting dalam perdagangan antar negara, dimana hampir

Bank Indonesia Ungkap Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah
Bangka Pos / Yudha Palistian
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika S 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika S, menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, di samping tingkat inflasi dan suku bunga, nilai tukar mata uang sering digunakan untuk mengukur level perekonomian suatu negara.

"Nilai tukar mata uang memegang peranan penting dalam perdagangan antar negara, dimana hampir sebagian besar negara-negara di dunia saat ini terlibat dalam aktivitas ekonomi pasar bebas," ujarnya kepada Bangkapos, Jumat (10/8).

Bagi perusahaan investasi dan investor mancanegara, nilai tukar mata uang akan berdampak pada return dan portofolio investasinya.

Tantan pun menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, yakni :

(*) Eskpor - Impor

Dinamika ekspor-impor memang berdampak pada nilai tukar mata uang. Ekspor meningkatkan permintaan atas mata uang negara eksportir, karena dalam ekspor, biasanya terjadi pertukaran mata uang negara tujuan, dengan mata uang negara eksportir.

Pertukaran ini terjadi karena si eksportir membutuhkan hasil akhir ekspor dalam bentuk mata uang negerinya agar bisa terpakai dalam usahanya.

Sebaliknya, impor meningkatkan penawaran atas mata uang negara importir, karena dalam impor, biasanya terjadi pertukaran mata uang negara importir dengan mata uang negara asal.

Karena akhir-akhir ini, impor Indonesia lebih besar daripada ekspornya, maka situasi ini telah melemahkan nilai tukar Rupiah. Sehingga beberapa kebijakana pun harus dibuat.

(*) Modal Keluar - Modal Masuk

Para investor, spekulator, dan trader semuanya ingin memaksimalkan keuntungan dengan melakukan diversifikasi (penggolongan) terhadap jenis investasinya termasuk investasi.

Negara-negara dengan tingkat suku bunga tinggi dan fundamental ekonomi yang kuat akan cenderung menarik para investor.

Dengan masuknya modal investasi ke negara tersebut (capital inflow) berarti permintaan terhadap mata uang negara tersebut akan meningkat yang berarti nilai tukar mata uangnya akan naik.

(*) Sentimen Pasar

Masalah yang kini menimpa mata uang rupiah adalah sentimen eksternal, baik itu dari stimulus Pemerintah AS yang di bawah Presiden AS Donald Trump yang memangkas pajak korporasi, sehingga berpeluang bagi bank sentral AS (The Fed) dalam menaikkan suku bunga.

Selain itu perang dagang antara Amerika - China pun turut mempengaruhi sistem perekonomian Indonesia.

Tantan pun menyebutkan disinilah peranan pemerintah dan Bank Indonesia, agar nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil.

"Yang paling mendasar adalah perannya dalam mencetak dan mengedarkan uang. Bank sentral merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan mata uang sebagai alat pembayaran yang sah di suatu Negara," jelasnya.

Ia juga menambahkan, peran ini vital karena begitu penting dan luasnya fungsi uang dalam perekonomian.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help