Guru SDN 24 Sungailiat Ini Berharap TPG Tidak Dihapuskan

Bagi para guru tunjangan profesi guru yang diberikan pemerintah sangat berarti

Guru SDN 24 Sungailiat Ini Berharap TPG Tidak Dihapuskan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Bagi para guru tunjangan profesi guru yang diberikan pemerintah sangat berarti sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para guru.

Hal ini dirasakan oleh Rosidi, Guru SDN 24 Sungailiat. Diakuinya adanya tunjangan profesi guru (TPG) bisa menambah penghasilan para guru.

Selama ini TPG dibayarkan oleh pemerintah pusat melalui Pemkab Bangka per triwulan atau tiga bulan sekali sebesar gaji pokok para guru.

"Alhamdulillah selama ini saya dapat TPG. Dibayar tergantung besar gaji pokok misalnya gaji pokok Rp 2,8 juta dikali tiga bulan," kata Rosidi ketika dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (10/8/2018).

Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar Rp 850.000 per bulan.

Besar uang tersebut untuk golongan III A dipotong sebesar lima persen sehingga TPP yang diterima sebesar Rp 760.000 perbulan. TPP tersebut ditransfer ke rekening masing-masing pegawai.

Sebelumnya pindah ke Kecamatan Sungailiat saat masih bertugas di Desa Labuh ia mendapatkan tunjangan bagi guru di daerah terpencil sebesar Rp 500.000 yang dibayarkan setiap bulan. Namun saat ini menurutnya tidak ada lagi.

"Kalau dulu saat masih bertugas di Labuh saya dapat tunjangan untuk guru di daerah terpencil tapi waktu saya main ke Labuh kata teman tidak ada lagi," ungkap Rosidi.

Dia berharap tunjangan profesi guru tersebut jangan sampai dihapuskan oleh pemerintah karena sangat berarti untuk para guru agar bisa hidup lebih sejahtera.

"Saya dapat informasinya bukan dihilangkan tapi untuk laporan administrasinya harus laporkan secara online. Kalau dihilangkan inikan berkaitan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah maka harus ada persetujuan dewan. Kalau kami sebagai guru ini mengikuti kalau memang kebijakan pemerintah mau menghilangkan ya kami tidak bisa apa-apa tapi khawatir berpengaruh pada kinerja para guru," ungkap Rosidi.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help