Koalisi Jokowi Tutup Kesempatan Partai Demokrat Bergabung, Ini Alasannya

Bagaimana nasib Partai Demokrat dan arah dukungannya di Pilpres 2019? Sejauh ini Demokrat memang belum mentukan sikap.

Koalisi Jokowi Tutup Kesempatan Partai Demokrat Bergabung, Ini Alasannya
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat yang diawali Rapimnas. 

BANGKAPOS.COM  - Bagaimana nasib Partai Demokrat dan arah dukungannya di Pilpres 2019?

Sejauh ini Demokrat memang belum mentukan sikap.

Sementara, Partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa Partai Demokrat tidak akan bergabung dengan barisannya.

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, mengungkapkan hingga detik terakhir penentuan cawapres Partai Demokrat belum juga bergabung.

Padahal partai pendukung Jokowi telah memberi kesempatan.

 

"Kita sudah memberi kesempatan sampai dengan tadi, sebelum di sini kita membahasnya dalam kesempatan yang lebih terbatas," ungkap Romy.

"Dan kita belum mendapatkan sinyal dari partai demokrat sama sekali tentang akan bergabung," tambah Romy.

 

Romy mengakui bahwa dari pihak Partai Demokrat sempat menghubungi partai pendukung Jokowi.

Romy mengungkapan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masih 50 persen untuk bergabung.

"Dari pak SBY bahwa masih 50 persen kemungkinan, tentu kita tidak bisa menunggu lagi. Ini injury time, malam terakhir sebelum pendaftaran. Maka kemudian tidak konfirmasi lagi setelah jam 14.00 WIB, maka kita putuskan," jelas Romy.

 

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help