Perusahaan Tidak Memenuhi Syarat, Pengerukan Kolong Kacang Pedang Gagal Lelang

Pemkot Pangkalpinang sudah berupaya melakukan pengerukan di bagian hulu yakni Kolong Kacang Pedang

Perusahaan Tidak Memenuhi Syarat, Pengerukan Kolong Kacang Pedang Gagal Lelang
Bangka Pos / Edwardi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar mengatakan Pemkot Pangkalpinang sudah berupaya melakukan pengerukan di bagian hulu yakni Kolong Kacang Pedang.

"Proyek pengerukan Kolang Kacang Pedang ini sudah dilelang namun tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan itu," kata Suparlan saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (10/08/2018) di kantornya.

Ditambahkannya, pekerjaan pengerukan Kolong Kacang Pedang itu tetap akan dikerjakan tahun ini, namun saat ini masih dilakukan penghitungan ulang.

"Memang ada anggaran sekitar Rp 52 miliar lebih itu nanti akan dihitung ulang dengan sisa waktu yang tersisa sampai Desember tahun ini. Proses lelangnya saja butuh waktu satu bulan, sisa waktu lainnya untuk mengerjakannya masih berapa jumlah kubikasi sedimen yang bisa diangkat dari Kolong Kacang Pedang itu," jelasnya.

Ditegaskannya, jadi upaya Pemkot Pangkalpinang untuk menormalisasi atau meminimalisir genangan yang ada di Kota Pangkalpinang ini melalui suatu program kerja sudah dilakukan dengan baik dan terencana.

"Seperti untuk bagian hilir mulai dari Sungai Rangkui sampai pintu air di Jalan Trem itu sudah dinormalisasi, juga di bagian hulu Pedindang sudah dinormalisasi melalui dana dana," ujarnya.

Dilanjutkannya, selain itu maintenance dua alat berat excavator Dinas PU juga terus bekerja melakukan kegiatan normalisasi.

"Jadi upaya Pemkot dalam menangani masalah banjir di Kota Pangkalpinang sebenarnya sudah tepat, cuma ada masalah dalam teknis pengadaan lelangnya saja, tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat. Kita menginginkan penggunaan alat yang tidak biasa yakni kapal isap khusus untuk menghisap lumpur, bukan alat berat ekscavator long arm, hanya disitulah masalahnya," ungkapnya.

Ditambahkannya, upaya normalisasi sungai dan kolong ini tetap jalan terus, bahkan tahun depan pemkot sudah mengusulkan ke pemprov di bagian hilirnya, yakni Kolong Teluk Bayur agar bisa dibantu pendanaan pengerukannya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved