Soal Pemberhentian 19 ASN Terkait Tipikor, BKPSDM Babel Tunggu Jawaban BKN

Kita harus sesuai prosedur jangan sampai nanti kita digugat orang. Yang kita tunggu dari BKN itu apakah

Soal Pemberhentian 19 ASN Terkait Tipikor, BKPSDM Babel Tunggu Jawaban BKN
BANGKAPOS.COM/KRISYANIDAYATI
Kepala BKPSDM Babel, Sahirman Jumli 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang menunggu balasan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pemberhentian ASN yang terlibat kasus korupsi.

Kepala BKPSDM Babel, Sahirman Jumli mengatakan pihaknya sudah mengajukan berkas 19 ASN yang terlibat tipikor ke BKN. Saat ini pihaknnya menunggu jawaban.

"Kita sudah menyampaikan ke BKN dan melengkapi berkasnya, kita minta tanggapan secara tertulis mengenai prosedur pemberhentian, karena memang 19 orang ini belum ada SK pemberhentiannya," ujarnya, Jum'at (10/8/2018).

Ia mengatakan SK Pemberhentian memang dikeluarkan oleh Gubernur, namun pihaknya ingin memastikan bahwa prosedur dan tidak cacat hukum.

"Kita harus sesuai prosedur jangan sampai nanti kita digugat orang. Yang kita tunggu dari BKN itu apakah pemberhentiannya begitu inkrah atau menunggu SK pemberhentian," katanya.

Ia menyebutkan dari 19 itu belum satupun yang mendapatkan SK pemberhentian. Namun ada beberapa yang sudah diblok oleh BKN.

"Belum ada yang diberhentikan, tapi ada yang sudah di blok BKN. Kita menunggu balasan BKN saja, intinya ini dalam proses," katanya.

Disinggung, hal apa yang menyebabkan proses ini baru diurus saat ini. Ia menyampaikan hal ini mempertimbangkan kepentingan kemanusiaan dan merupakan kebijakan kepala daerah sebelumnya.

"Kalau memang dihitungnya pemberhentiaan itu sejak inkrah, berarti memang harus ada pengembalian gaji. Karena memang selama ini mereka masih mendapatkan gaji dan haknya karena belum ada SK pemberhentian, dan kita masih menunggu instruksi BKN ada pengembalian gaji atau tidak," ujarnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved