Sukses Sebagai Pebisnis, Sandiaga Awalnya Ogah Masuk Politik, Luluh Gara-gara Sosok Wanita Ini

Sandiaga Uno merasa belum mau masuk politik karena dasarnya sebagai pebisnis. Tapi Prabowo Subianto mengganggu

Sukses Sebagai Pebisnis, Sandiaga Awalnya Ogah Masuk Politik, Luluh Gara-gara Sosok Wanita Ini
net
Sandiaga Uno 

“iya betul kalian sebagai pengusaha memang berdampak positif, tapi yang dibutuhkan bangsa ini adalah pengambil kebijakan yang bisa menghasilkan dampak yang bukan hanya bisa dirasakan 50.000 karyawan yang ada di grup anda. Tapi bisa dirasakan jutaan, bahkan puluhan juta rakyat indonesia. Jadi passion kamu ada di UKM , passion kamu ada di wirausaha, kalau di politik itu bisa menghasilkan dampak yang sangat besar buat rakyatindonesia,” kata Prabowo Subianto kepada Sandiaga Uno,ketika itu.

Perdebatan kurang lebih 1 atau 2 jam itu berakhir tanpa jawaban.

Sandiaga Uno memilih keluar dari percakapan dengan mengatakan akan meminta izin dahulu dengan keluarganya, dan dia sudah yakin tak akan diberikan ijn dari keluarga.

“Karena saya yakin keluarga saya nggak akan memberikan ijin. Karena saya tidak pernah dalam satu keluarga yang jadi politisi. Semuanya pengajar, guru, atau professor. Nah saya pengusaha pertama di keluarga saya, dan saya juga yakin orangtua saya akan melarang,” kata Sandiaga Uno.

Tapi pikiran Sandiaga Uno ternyata salah besar. Keesokann harinya usai berdebat dengan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno mendatangi rumah ibunya untuk berkonsultasi dengan mendapati keanehan.

“Ternyata besoknya setelah itu, just to make sure, saya tanya sama ibu saya. Saya dateng pagi-pagi, ibu saya nanya ‘wah datang pagi-pagi nih ada apa’, saya bilang mau konsultasi. Dia bilang ‘oh pasti mau nanya mau masuk politik atau tidak?’ Loh kok mama tahu saya bilang. ’Oh iya pak prabowo sudah telepon saya semalam’, dan mama setuju tuh dengan argumennya pak prabowo bahwa Ini memang saatnya kamu fokus berkontribusi’. Rupanya dia (Prabowo Subianto) cepet melobi ke orang yang paling saya dengar, dan itu singkat cerita,” kata Sandiaga Uno.

Berikutnya tepat 6 Februari 2015 Sandiaga Uno masuk ke Partai Gerindra, dan mendapat tugas membangun kebijakan mengenai ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, dan juga UKM di partai gerindra.

Tapi beberapa bulan kemudian, di akhir 2015, Sandiaga Uno mendadak ditunjuk Prabowo Subianto menjadi calon kandidat bakal calon gubernur di dki jakarta.

Sandiaga Uno mengaku menolak mati-matian penunjukan Prabowo Subianto. Dia merasa tak mampu melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“‘Saya bilang ke Pak Prabowo, ‘pak ini bagaimana sih kita, kan saya lagi fokus di platform daripada ekonomi kerakyatan Gerindra, bapak tugasinnya sangat sulit. Saya mendingan dihukum yang lain saja ini pak.menurut saya hukuman pada waktu itu, karena harus menghadapi seorang tokohyang sangat fenomenal, dan ex partai gerindra juga. Kan Pak Basuki adalah seorang mantan petinggi gerindra. Jadi saya bilang pak saya disuruh yang lain ajalah, disuruh push up kek, disuruh lari 50 kilometer saya jabanin, tapi maju di DKI saya nyerah lah pak. Itu yang menarik yang dia sampaikan. Disini saya yakin dia punya penciuman politik yang luar biasa,” ujar Sandiaga Uno.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help