Kejar Validitas Pemilih Pemilu 2019, KPU Provinsi Babel Sosialisasikan 'Sidalih' 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bangka Belitung menggelar sosialisasi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) pada seluruh masyarakat

Kejar Validitas Pemilih Pemilu 2019, KPU Provinsi Babel Sosialisasikan 'Sidalih' 
Bangka Pos / Yudha Palistian
Booth Sidalih On The Road yang Digelar di Alun-alun lapangan merdeka Kota Pangkalpinang, Minggu (12/8/2018). 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bangka Belitung menggelar sosialisasi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) pada seluruh masyarakat khususnya Kota Pangkalpinang di Alun-alun Lapangan Merdeka, Minggu (12/8/2018).

Ketua Booth Sidalih sekaligus Kabag Program dan Data Organisasi SDM KPU Babel,  Sutriono, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat masyarakat agar bisa mengecek lagi apakah namanya sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) serta KPU berharap partisipasi aktif masyarakat untuk menyempurnakan pemutakhiran data pemilih.

Dalam paparannya, ia juga mengingatkan jajaran penyelenggara pemilu mendatang, pentingnya validitas data sidalih bagi kesuksesan pemilu nanti.

Untuk mendukung itu, KPU terus melakukan penyempurnaan, baik menyediakan hardware dan softw are mumpuni hingga mengubah operator serta kultur yang dimiliki oleh jajarannya.

“Sidalih ini kor bisnisnya KPU atau urusan penting KPU. Jika sidalih mengalami kesalahan, maka akan beresiko besar jalannya pemilu," ungkapnya.

Pihaknya pun akan mengadakan Sidalih on the road pada Minggu (12/8) di wilayah pangkalpinang dan sungailiat.

Selain itu, pihak KPU juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, aparat desa, serta dinas lainnya.

"Pokoknya data diperbaharui, baik itu karena meninggal, pernikahan, atau usia mencapai 17 tahun," jelasnya kepada bangkapos.com

Sidalih merupakan aplikasi daring (online) yang dibuat untuk membantu petugas di KPU dalam melakukan pengolahan data pemilihnya secara lebih mudah, cepat dan tepat.

Sistem ini juga diharapkan dapat membantu memantau data-data pemilih di tiap daerah.

Sutriono pun mengatakan, program jangka panjang KPU salah satunya adalah memutakhirkan data pemilih setiap tiga bulan sekali. Harapannya, kebaharuan dan transparansi data pemilih bisa terjaga.

"Nantinya KPU akan merilis jumlah pemilih,  sekitar  tiga bulan atau sekurang-kurangnya enam bulan sekali," tutupnya.(*) 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help