Kisah Violetta Penyelamat Ratusan Kucing di Indonesia hingga Malaysia

Setelah bertahun-tahun hidup bersama ratusan kucing, Vio merasa binatang berbulu halus itu merupakan

Kisah Violetta Penyelamat Ratusan Kucing di Indonesia hingga Malaysia
Kompas.com
Violetta memeluk kucingnya yang menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (27/1/2018). Violetta Hasan Noor, secara individu melakukan gerakan menyelamatkan sekaligus mengurusi kucing-kucing telantar, termasuk mendirikan Violettas Rescue (VR) yang difungsikan sebagai tempat penampungan bagi kucing-kucing tersebut. 

BANGKAPOS.COM--Kucing merupakan hewan yang sering kali dimanja oleh pemiliknya.

Namun, siapa sangka banyak kucing ditemukan terlantar di jalanan, bahkan dalam keadaan memprihatinkan karena diperlakukan secara kasar oleh manusia.

Mengetahui hal ini, seorang penyayang kucing, Violetta Hasan Noor (41), berusaha mendirikan tempat naungan (shelter) yang aman bagi kucing-kucing terlantar di jalan bernama Violetta's Rescue.

Dilansir dari akun Instagram Violetta's Rescue, @violettasrescue, Violetta membagikan beberapa kisahnya ketika berusaha menolong kucing-kucing di jalanan.

Shelter ini didirikan sejak 2006 dan berlokasi di Pekanbaru.

Alamat lengkap Violetta's Rescue ia rahasiakan uintuk menghindari adanya orang-orang yang dengan sengaja menelantarkan kucing.

"Sebenarnya Violetta's Rescue itu memberikan kesempatan kedua kepada kucing-kucing yang tidak bertuan, bukan untuk kucing yang bertuan yang melepaskan tanggung jawabnya," ujar Violetta.

Violetta's Rescue menolong kucing-kucing di jalanan yang dengan kondisi sakit dan tidak memungkinkan untuk bertahan hidup.

Wanita yang akrab disapa Vio ini bekerja sebagai psikolog klinis anak di Pekanbaru.

"Awalnya Violetta's Rescue berdiri sejak 2006, ketika itu saya sudah bekerja dan menghasilkan uang sendiri, baru saya berani mengadopsi kucing-kucing terlantar. Saat itu ada 20-30 kucing di shelter," ujar perempuan yang sedang melanjutkan S3 di University Kebangsaan Malaysia.

Namun, ia merasa kuwalahan karena kucing yang diadopsi lama-kelamaan semakin bertambah.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help