Tingkatkan Produksi Lada, Pemerintah Kabupaten Belitung Akui Sudah Lakukan Hal Ini, Namun?

Pemkab Belitung sudah lakukan Pelatihan dan Sosialisasi untuk mengelola dan Meningkatkan Produksi Lada

Tingkatkan Produksi Lada, Pemerintah Kabupaten Belitung Akui Sudah Lakukan Hal Ini, Namun?
Bangka Pos / Disa Aryandi
Plt Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belitung, Yulihendri

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Pelaksana tugas Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belitung Yulihendri mengatakan, buat melakukan meningkatkan pengelolaan dan produksi lada, mereka sudah melakukan pelatihan kepada petani secara langsung.

Pelatihan tersebut, mulai dari budidaya, pengelolaan dan pasca panen. Prinsipnya petani lada itu, kini sudah mengetahui bagaimana melakukan pengelolaan lada dengan baik dan benar. Sehingga bisa menghasilkan produksi lada secara maksimal.

"Pada prinsipnya mereka mengetahui tentang itu, dan sudah kami tanyakan kenapa tidak menggunakan pupuk kompos. Tapi mereka lebih memilik pupuk organik, jadi mereka ini maunya instan," kata Yulihendri kepada Posbelitung.co, Kamis (12/8/2018).

Kata Yulihendri, di tahun 2018 ini mereka sudah melakukan penerapan pengendalian hama terpadu. Ada empat lokasi yaitu dua di Kecamatan Sijuk dan Kecamatan Membalong, serta Kecamatan Badau.

"Nah lahan kita memang sudah agak krisis, dan untuk memperbaiki tanah ini memang perlu pengelolaan sangat serius. Kalau harga terus menurun, kami khawatir petani nanti akan menjadi lesu dan kondisi harga ini sudah mulai dari tahun 2017 - 2018 anjloknya," bebernya.

Menurut dia, produksi buat memenuhi pasar ekspor lada kini belum bisa terpenuhi. Namun mereka tetap akan melakukan program peremajaan serta rehabilitasi lada. Program itu, salah satunya, agar bibit lada tidak sembarangan.

"Kita sebetulnya sudah ada satu penangkaran itu di Desa Bantan (Membalong). Luas lahan nya 2,2 hektar dan jumlah pohon nya ada 7.800 batang, itu sudah memiliki sertifikasi dari provinsi dan kementerian pertanian tentang penetapan kebun induk," bebernya.

Ini, lanjut dia, akan membantu menyuplai bibit - bibit pohon lada di Kabupaten Belitung. Namun kalau petani, buat menggunakan teknologi moderenisasi, sejauh ini belum tercapai.

"Karena biaya sebetulnya. Semua (petani) sudah kami latih melalui sekolah terpadu, tapi sejauh ini belum terlihat karena sudah terbiasa menggunakan cara lama. Kemudian di Belitung ini, budidaya tanam lada tidak menggunakan irigasi, itu sangat berpengaruh karena sewaktu hujan air ngumpul dilahan itu, dan tidak teratur mengalir. Sehingga menjadi terendam, dan itu bisa membuat penyakit. Memang target kami, tiga kg perpohon penghasilannya," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved