Dikabarkan, Meninggal Dunia, Begini Kondisi Rumah Almarhum Subadi

Kediaman Subadi, jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang meninggal dunia di Rumah Sakit Madinah Sepi

Dikabarkan, Meninggal Dunia, Begini Kondisi Rumah Almarhum Subadi
Bangka Pos / Edwardi
Kondisi rumah almarhum Subadi tampak sepi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kediaman Subadi, jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang meninggal dunia di Rumah Sakit Madinah di Jalan Pesantren Desa Baturusa Kecamatan Merawang tampak lengang (sepi), Senin (13/08/2018) sekitar 13.30 WIB.

Tampak sejumlah kursi-kursi di teras rumah dalam kondisi tertungkup dan lampu teras menyala. Saat Bangkapos.com mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam dari luar, sepertinya tak terdengar ada orang di dalam rumah.

Bangkapos.com berusaha mencari tahu dengan menanyakan ke tetangga sekitar rumah almarhum Subadi.

Tetangga korban yang memiliki warung empek-empek, Shanty mengaku para tetangga sekitar rumah sudah mendengar kabar meninggalnya Subadi.

"Kebetulan pagi tadi ada pegawai Puskesmas Merawang yang makan empek-empek di warung ini menceritakan kalau temannya perawat di puskesmas ikut juga menjadi tim medis haji memberitahukan soal kabar meninggalnya almarhum pak Subadi ini," katanya.

Menurutnya, sejak kepergian Subadi dan istrinya Titi ke Tanah Suci, rumahnya memang kosong. Karena anaknya yang bernama Eva, kemudian tinggal di Sungailiat karena suaminya kerja di Toboali, mungkin karena sepi lalu tinggal di Sungailiat.

"Anak-anaknya ada tiga orang, semuanya sudah menikah dan tidak tinggal disini," ujarnya.

Diungkapkannya, sebelum berangkat ke Tanah Suci kondisi kesehatan Subadi memang sakit-sakitan.

'Pak Subadi ini mantan karyawan PT Timah memang sakit-sakitan, istrinya ibu Titi baru pensiun dari guru yang mengajar di SDN Merawang," ungkapnya.

Sementara Yuda, anak Shanty mengaku berteman dengan anak Subadi yang bernama Nuning, dulunya sama-sama mengajar di SMPN 1 Merawang.

"Sekitar sebulan lalu Nuning pindah mengajar di SMPN 5 Sungailiat, tadi pagi kami dapat kabar dari teman sesama guru di SMPN 5 Sungailiat mengabarkan kalau Nuning sempat pingsan usai mendengar kabar meninggalnya sang ayah. Tadi ada guru yang minta nomor hp suami Nuning agar bisa memberitahukan ke suaminya kalau Nuning pingsan," ungkapnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help