Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sebut Sampah di Pesisir Belitung Unik

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M. R. Karliansyah mengatakan sampah di pantai Belitung unik.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sebut Sampah di Pesisir Belitung Unik
Bangka Pos / Adelina Nurmalitasari
Peserta CCU di Tanjung Kelayang pada Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M. R. Karliansyah mengatakan sampah di pantai Belitung unik.

Ia mengatakan, jika sampah pesisir daerah lainnya didominasi sampah plastik.

Namun, sampah di Pantai Tanjung Kelayang tempatnya mengikuti coastal clean up (CCU) atau pembersihan pesisir pantai justru didominasi sampah kayu.

"Sekitar 68 persen adalah sampah kayu. Kemudian sampah logam, yang ketiga baru sampah plastik," katanya pada Senin (13/8/2018).

Kegiatan bersih-bersih pantai ini juga bertujuan mematahkan tuduhan peneliti Prancis yang mengatakan Indonesia sebagai penghasil sampah laut nomor 2 di dunia.

Padahal berdasarkan hasil evaluasi total sampah tahun lalu, sampah pesisir hanya mencapai 1,2 juta ton.

"Sementara yang ditulis peneliti itu ratusan ribu dan itu tidak benar. Nyatanya pantai Belitung ini bersih," imbuhnya.

Menurutnya, melalui bersih-bersih pantai ini juga menunjukkan bahwa Indonesia itu negara yang ramah lingkungan.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help