Kurtis Minta Bupati dan Gubernur Pro Aktif Perjuangkan Kenaikan Harga Komoditas Perkebunan

Hasil perkebunan seperti lada, sawit dan karet menjadi sumber nafkah masyarakat terbesar di desa-desa.

Kurtis Minta Bupati dan Gubernur Pro Aktif Perjuangkan Kenaikan Harga Komoditas Perkebunan
bangkapos/nurhayati
Kurtis. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati 

BANGKAPOS.COM -- Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Pemerintah Kabupaten Bangka bisa memperjuangkan kenaikan harga komoditas perkebunan yang saat ini melorot.

Apalagi hasil perkebunan seperti lada, sawit dan karet menjadi sumber nafkah masyarakat terbesar di desa-desa.

Dia sangat prihatin dan miris menurunnya harga lada, sawit dan karet ini karena mata pencaharian para petani semakin sulit.

"Masalah komoditas karet, sawit dan lada luar biasa sakit mereka itu dengan keadaan ekonomi yang seperti ini. Kita sudah mendorong luar biasa kepada pemerintah dimana saya sempat mengajak bupati, kita pernah ke International Pepper Community, pernah ke kementerian perdagangan melalui dirjen perdagangan luar negeri. Jadi ketika bupati menyebut masalah harga lada tidak bisa langsung menjual ke pasaran luar negeri karena tidak ada bisnis to bisnis saya pikir itu terlalu untuk membela diri," kritik Kurtis kepada bangkapos.com, Senin (13/8/2018) di Ruang Komisi II DPRD Kabupaten Bangka.

Menurutnya, sebagai kepala daerah seharusnya ini menjadi peluang untuk mencari pasaran luar negeri melalui bisnis to bisnis. Dimana bupati bersama DPR RI bisa mendesak kementerian perdagangan untuk membuka peluang perdagangan langsung ke luar negeri.

"Kalau lagi harus lewat Singapura kita aku iya tetapi apa usaha selama ini. Makanya kepala daerah mendorong ini permasalahan yang dihadapi daerah," saran Kurtis.

Dia menanyakan hadirnya pemerintah untuk masyarakat dimana, karena ketika harga anjlok komoditas perkebunan selama ini pemerintah tidak pernah hadir. "Rakyat berjuang sedemikian rupa dalam keterbatasan," sesal Kurtis.

Ia minta siapapun yang menjadi kepala daerah untuk hadir bersama masyarakat. "Gubernur itu hadirlah di tengah-tengah masyarakat. Perkara adanya tekanan dari pihak dunia terhadap produk kita itu memang kayak seperti, tetapi ada tidak usaha maksimal kita sebagai pemimpin di Kabupaten Bangka level bupati maupun gubernur," tegas Kurtis.

Pasalnya untuk harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani di kampung-kampung hanya sebesar Rp 600 per kilogram sedangkan harga karet hanya sebesar Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per kilogram dan lada sebesar Rp 48.000 perkilogram. 

"Jika harga berlanjut jatuh terus saya tidak tahu bagaimana perekonomian Bangka ke depan ini. Seperti apa angka kemiskinan, angka pengangguran dan lainnya. Jadi walaupun  tidak bisa mencari jalan keluar tentang harga komoditas tetapi paling tidak adalah upaya dari pemegang kekuasaan di Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka ini untuk hadir bagaimana paling tidak menenangkan masyarakat," harap Kurtis.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka dia siap mendampingi Pemkab Bangka maupun pemerintah provinsi untuk untuk melobi pemerintah pusat agar mengeluarkan kebijakan perdagangan langsung ke luar negeri untuk memasarkan komoditas perkebunan guna menaikkan harga.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved