Hasil Penelitian, 3 Jenis Burung Ini Masuk Kategori Langka

Kepala Resort Bangka Belitung BKSDA Sumsel, Yusmono mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi forum Kicau Mania Babel.

Hasil Penelitian, 3 Jenis Burung Ini Masuk Kategori Langka
Bangka Pos/ Krisyanidayati
Kepala Resort Bangka Belitung BKSDA Sumsel, Yusmono. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Resort Bangka Belitung BKSDA Sumsel, Yusmono mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi forum Kicau Mania Babel.

"Kita akan meneruskan aspirasi teman-teman kicau mania ini ke pimpinan kami yang di Palembang terus nanti akan diteruskan ke Jakarta," katanya, Selasa (14/8/2018).

Ia mengatakan menteri mengeluarkan aturan ini pasalnya berdasarkan penelitian LIPI populasinya sudah mulai menurun, dan penurunannya drastis sampai 50 persen.

"Secara fakta dilapangan juga gitu, setiap kita ke kawasan konservasi tanya masih ada enggak burung ini itu, dijawab enggak ada lagi. Inilah yang melatarbelakangi keluarnya aturan ini dan perlu ada payung hukum untuk melindungi untuk menjaga populasi burung-burung itu di habitat alam," jelasnya.

Ia menyebutkan penangkar burung hanya memelihara, tidak melepas burung-burung ini. Padahal habitat asli burung ini berada di alam.

"Memang mungkin ada selama ini teman-teman penangkar burung dan pemelihara, tetapi untuk pelihara, untuk kesenangan bukan untuk dilepaskan. Yang penting itu burung terbang harus di alam dan dilepasliarkan di alam. kita harapkan ini bukan ditingkat penangkar tetapi di alam nya, yang penting di alam. Walaupun dilindungi ini boleh memelihara tapi dengan aturan-aturan," ujarnya.

Yusmono menyebutkan di Babel berdasarkan hasil hasil kajian mereka juga sudah sulit menemukan populasi burung ini.

Adapun jenis burung yang masuk dalam kategori hewan yang dilindungi yakni Murai Batu, Jalak Suren, dan Anis merah.

"Kondisi di Babel kalau informasi masyarakat sekitar hutan sudah sangat jarang bahkan dikatakan udah enggak bisa ditemukan lagi, memang secara kajian dan ini sudah lama dilakukan sehingga ada kekhawatiran menjadi satwa yang langka," katanya.

Menurutnya, tiga jenis hewan ini tidak hanya dipelihara tapi juga diperjualbelikan dan dilombakan.

"Meskipun sudah dilindungi masih boleh tapi harus lewat penangkaran, tidak boleh menangkap dari alam. Selama ini banyak mereka menangkap dari alam juga, bukan menangkar," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya juga sudah mensosialisasikan hal ini.

"Peraturan ini sudah disahakan, kita sudah mensosialisasikan secara viral melalui internet," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help