Juni 2018, Komoditas Timah Berperan Tingkatkan Nilai Ekspor Babel

Ekspor bulan juni 2018 mengalami lonjakan, komoditas Timah mendorong kenaikan ekspor 23,02 persen, sedangkan komoditas lain turun 14,96 persen.

Juni 2018, Komoditas Timah Berperan Tingkatkan Nilai Ekspor Babel
Bangkapos/Yudha Palistian
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bangka Belitung, Darwis Sitorus 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mencatat nilai ekspor Babel dalam Juni 2018 mencapai USD 130,7 juta, naik 11,05 persen dibanding nilai ekspor juni 2017 hanya USD 117,7 juta.

Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus, mengatakan ekspor bulan juni 2018 mengalami lonjakan, komoditas Timah mendorong kenaikan ekspor 23,02 persen, sedangkan komoditas lain turun 14,96 persen.

"Lonjakan ekspor timah menaikkan peran timah dalam ekspor januari hingga juni 2018 menjadi 79,15 persen. Secara kumulatif, (januari -juni) terjadi peningkatan ekspor timah sebesar 14,76 persen dibanding periode sebelumnya," beber darwis kepada bangkapos.com,  Selasa (14/8) di kantor BPS Babel.

Ia pun menjelaskan,  berdasarkan negara tujuan ekspor timah babel dominan ke singapura. Sekitar 24,42 persen ekspor timah dikirim ke negeri singa putih itu pada periode januari hingga juni 2018.

Namun jika dibanding januari hingga juni 2017, ekspor timah ke singapura menurun sebesar 16,39 persen pada tahun ini.

"Urutan selanjutnya yakni belanda, Korea selatan, India dan jepang. Rata-rata semua negara tersebut berkisar 74,38 persen dari babel. Sisanya 25,62 ke wilayah lainnya," ungkap nya.

Sedangkan menurut data FOB (Free On Board) per semester dari BPS Babel yang terhimpun untuk ekspor timah dan non timah yakni,

(*) Ekspor Timah dari Jan - Juni 2017 sebesar USD 633,9 juta dan Jan -Juni 2018 sebesar USD 727,4 juta

(*) Ekspor Non Timah dari Jan -Juni 2017 sebesar USD 208,9 juta dan Jan - Juni 2018 sebesar USD 191,7 juta.

Darwis pun menjelaskan Indeks harga komoditas ekspor dan impor digunakan  untuk menghitung PDB atas dasar harga konstan terutama dalam komponen tersebut dan menghitung nilai tukar perdagangan dengan membandingkan perkembangan indeks harga komoditas ekspor dan impor.

"Jika dilihat hampir semua instansi di Babel menggunakan data resmi statistik dari kami untuk menganalisa, seperti Bank Indonesia Babel pun menggunakan dari kami untuk menganalisa perekonomian sebagai contoh mengukur nilai tukar rupiah dan sebagainya," tutupnya. 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved