Menguak Fakta SPG, Teller Bank, Pegawai dan Oknum Guru yang Nyambi Jadi PSK, Segini Tarifnya

Biasanya pelanggan mereka itu adalah orang pilihan yang memang dinilai sesuai dengan kriteria.

Menguak Fakta SPG, Teller Bank, Pegawai dan Oknum Guru yang Nyambi Jadi PSK, Segini Tarifnya
Tribun Jateng
Kristian Ari Wibowo (30), pembunuh SPG berinisial FDA (21) dengan cara dibakar hidup-hidup di Blora, Jawa Tengah. 

BANGKAPOS.COM - Seorang SPG tidak akan mungkin mendeklarasikan dirinya bisa di-BO (booking order) secara terang-terangan.

Biasanya pelanggan mereka itu adalah orang pilihan yang memang dinilai sesuai dengan kriteria.

Budi, nama yang disamarkan, langsung tersenyum ketika mendengar fenomena sales promotion girl (SPG) dan profesi lainnya nyambi sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Budi yang memiliki profesi sebagai pekerja di dunia malam mengaku tahu betul bagaimana perkembangan bisnis esek-esek itu.

Bukan hanya SPG, tapi....

Menurut dia, perempuan yang nyambi jadi PSK saat ini tidak hanya SPG.

"Sekarang sudah lebih ekstrem lagi. Profesi lain seperti teller bank, guru, PNS, receptionis hotel, juga ada yang nyambi menjadi PSK," ujar pria yang bekerja sebagai event organizer (EO), sekaligus pengelola beer garden dan tempat hiburan di Kota Semarang itu kepada Tribun Jateng. 

Khusus SPG bispak (bisa dipakai) di Kota Semarang, Budi menuturkan, jumlahnya sangat banyak.

Bahkan, ia bisa dengan mudah mencarikan pekerja seks yang berlatar belakang SPG dalam waktu singkat.

Hal itu bisa dilakukannya dengan menghubungi secara langsung SPG terkait, maupun melalui agency seles yang menaunginya.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help