Misunder Pilih Simpan Hasil Panen Lada Ketimbang Dijual Murah

Misunder (41) petani lada asal Toboali Bangka Selatan ini memilih menyimpan hasil panen lada ketimbang menjualnya saat ini

Misunder Pilih Simpan Hasil Panen Lada Ketimbang Dijual Murah
ist
lokasi pembibitan lada milik misunder

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Misunder (41) petani lada asal Toboali Bangka Selatan ini memilih menyimpan hasil panen lada ketimbang menjualnya saat ini. Dia baru akan menjual hasil panennya ketika harga lada dinilai stabil.

Sebab, menurut Misunder saat ini harga lada merosot drastis hingga diangka Rp 51.000 perkilogram.

Jumlah ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp 80.000 sampai Rp 100.000 perkilogramnya.

" Kemarin sih sahang (lada-red) sudah kami panen, cuma belum kami jual karena harganya anjlok sekali. Kalau sekarang harga jualnya cuma lima puluh satu ribu. Makanya mending kami simpan," ujar Misunder kepada bangkapos.com, Selasa (14/8/2018)

Lebih lanjut dikatakan Misunder, harga lada saat ini tak sebanding dengan besaran biaya operasional seperti pemupupukan dan perawatan. Untuk itu dirinya memilih menyimpan ketimbang langsung menjual hasil panen ladanya.

" Kalau dihitung tak seanding dengan biaya pupuk dan perawatannya. Cuma mau bagaimana lagi, di jual langsung rugi jadi mau tidak mau kami disimpan dulu," beber pria yang mengaku memiliki tiga ribu batang lada tersebut.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved