Petani Karet Mengeluh Harga Karet Lebih murah Dari Harga Tawas

Saat ini harga satu kilogram karet karet diangka Rp 4.000. Sementara harga tawas untuk membekukan karet perkilogram nya sudah mencapai Rp 5.000

Petani Karet Mengeluh Harga Karet Lebih murah Dari Harga Tawas
Dok/Bapos
Getah karet yang yang masih di cepek (mangkuk karet) di kebun karet petani di Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ike (42) dan suaminya billy (45) tak punya pilihan lain. Kedua pasangan suami istri setia menjadi penyadap karet. Profesi tersebut telah dilakoni keduannya sejak belasan tahun silam.

Bagi warga Teladan Toboali, Bangka Selatan tersebut tak ada pilihan lain selain menyadap karet. Minimnya keterampilan dan rendahnya bangku pendidikan membuat keduannya tak banting setir meski harga karet tak kunjung stabil.

Baginya hasil penjualan karet saat ini, hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tak sebanding dengan biaya operasional petani.

Menurutnya saat ini harga satu kilogram karet karet diangka Rp 4.000. Sementara harga tawas untuk membekukan karet perkilogram nya sudah mencapai Rp 5.000.

" Kalau hasil ngaret sekarang hanya cukup untuk makan saja. Ya mau bagaimana lagi tidak ada lagi pekerjaan lain. Sekarang karet sekilonya empat ribu, sedangkan harga tawas yang kami pakai untuk membekukan karet sudah lima ribu," ujar Ike kepada bangkapos.com, Selasa (14/8/2018).(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help