Petani Minta Eksekutif dan Legislatif Cari Solusi Supaya Harga Karet Stabil

Petani karet di wilayah Toboali Kaupaten bangka Selatan berharap eksekutif dan legislatif mencari solusi dan jalan keluar agar harga karet bisa stabil

Petani Minta Eksekutif dan Legislatif Cari Solusi Supaya Harga Karet Stabil
Dok/Bapos
Getah karet yang yang masih di cepek (mangkuk karet) di kebun karet petani di Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ike (42) satu dari petani karet di wilayah Toboali Kaupaten bangka Selatan berharap eksekutif dan legislatif mencari solusi dan jalan keluar agar harga karet bisa stabil seperti tahun 2008 silam.

Diakui Ike, kala itu harga karet mencapai Rp 11.000 perkilogram. Baginya angka ini setara dengan bahan kebutuhan pokok. Sementara saat ini harga karet diharga Rp 4000 perkilo.

Harga ini tentu tak sebanding dengan harga keutuhan pokok yang setiap saat terus merangkak naik. Untuk itu warga Teladan Kecamatan Toboali ini berharap harga karet paling tidak setara dengan harga sembako.

" Kalau bisa harapan kami harga karet sama dengan sembako lah. Masa harga karet empat ribu sedangkan harga beras sudah dua belas ribu. Ya kalau bisa kayak tahun 2008 kemarin harga karet sampai sebelas ribu," ujar Ike Kepada bangkapos.com, Selasa (14/8/2018).(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved