Warga Serbu Pasar Murah yang Digelar Disperindag Babel di Taman Sari

Ratusan warga menyerbu pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Warga Serbu Pasar Murah yang Digelar Disperindag Babel di Taman Sari
Bangka Pos / Nurhayati
Warga menyerbu operasi pasar yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (14/8/2018) di Taman Sari Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ratusan warga menyerbu pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelang Hari Raya Idul Adha, Selasa (14/8/2018) di Taman Sari Sungailiat.

Dalam satu tahun Disperindag Babel mengadakan 30 kali operasi pasar di tujuh kabupaten/kota yang dilaksanakan menjelang hari besar agama.

"Menjelang Hari Raya Idul Fitri sudah dilaksanakan 10 kali, menjelang Idul Adha 10 kali dan menjelang Hari Natal 10 kali. Kemarin untuk di Sungailiat jadwalnya di Belinyu di depan rumah dinas camat, hari ini di Taman Sari," jelas Mashun selaku Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel kepada bangkapos.com.

Sebelumnya pihaknya sudah mengadakan operasi pasar di Kabupaten Bangka Tengah dan Taman Mandara dan Tua Tunu Pangkalpinang.

Pihak distributor yang ikut dalam operasi pasar murah ini yakni dari Badan Logistik (Bulog) Pangkalpinang, beberapa distributor beras, distributor bawang, dan distributor lainnya.

Disinggung adanya aksi borong yang dilakukan beberapa warga menurut Mashun barang-barang yang dijual diutamakan untuk masyarakat.

Tetapi jika sudah siang masih ada barang sisa maka silahkan saja dijual kepada warga yang ingin membeli untuk kebutuhan tokonya.

"Kalau masyarakat masih banyak tidak boleh itu kita utamakan masyarakat," jawab Mashun.

Menurutnya antusias masyarakat cukup tinggi karena dengan adanya operasi pasar ini bisa terbantu mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Kalau harga dibawah HET (Harga Eceran Tertinggi-red) selisihnya ada yang Rp 5.000 kadang sampai Rp 10.000. Lumayan harganya sangat terbantu. Rencananya tahun depan kita akan adakan sebanyak 45 kali," jelas

Dari pantauan bangkapos.com ada beberapa warga juga yang melakukan aksi borong terutama beras, karena selisihnya di toko Rp 5000.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved