Isunya Viral di Media Sosial, Ini Klarifikasi Kemenkeu Soal Penghentian Tunjangan Guru

Kalau ada uang yang idle, itulah yang akan digunakan. Salah besar ada yang menyampaikan seolah

Isunya Viral di Media Sosial, Ini Klarifikasi Kemenkeu Soal Penghentian Tunjangan Guru
Richard Susilo
Menteri keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. 

BANGKAPOS.COM-- Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah isu adanya penghentian penyaluran tunjangan guru.

Diketahui, kabar soal penghentian tunjangan guru menjadi viral di media sosial.

Sri Mulyani memastikan tunjangan guru tetap disalurkan sebagaimana kebutuhan dengan melakukan efesiensi anggaran pemerintah daerah.

"Kalau ada uang yang idle, itulah yang akan digunakan. Salah besar ada yang menyampaikan seolah kita melakukan pemotongan terhadap tunjangan profesi guru dan tunjangan lainnya," kata Sri Mulyani di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Sri Mulyani mengatakan, tunjangan guru akan menggunakan anggaran pemerintah daerah yang dianggap masih cukup hingga akhir tahun.

Jika daerah tersebut memiliki anggaran yang berlebih untuk tunjangan guru, maka pemerintah pusat tidak memberikannya lagi.

"Mereka sudah punya dana cadangan itu. Jadi tidak ada kebijakan menghentikan atau potong tunjangan untuk guru," kata Sri Mulyani.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Prima menjelaskan, surat yang viral di media sosial itu ditujukan kepada pemerintah daerah.

Menurut dia, jika orang awam membacanya akan menimbulkan mispersepsi karena tak memahami isi surat secara menyeluruh.

Kata "menghentikan" yang dimaksud bukan sama sekali memangkas hak penerima atas tunjangan-tunjangan tersebut.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved