Jadi Perantara Narkotika Pebri Divonis 5 Tahun 3 Bulan Penjara dan Denda 1 Miliar

Pebri Kusbianto alias Pebri bin Zainal Abidin divonis kurungan penjara 5 tahun 3 bulan dengan denda Rp 1 Miliar

Jadi Perantara Narkotika Pebri Divonis 5 Tahun 3 Bulan Penjara dan Denda 1 Miliar
Bangkapos.com/Adinda Rizki Amanda
Terdakwa Pebri usai menghadiri sidang terakhirnya. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pebri Kusbianto alias Pebri bin Zainal Abidin divonis kurungan penjara 5 tahun 3 bulan dengan denda Rp 1 Miliar setelah kedapatan menjadi perantara Narkotika jenis shabu-shabu di kelurahan Pintu Air Rabu (15/8/2018).

Terjadi pada tanggal 26 Februari 2018 sekitar pukul 20.00 Wib teman terdakwa menelpon ke handphone milik terdakwa untuk minta dibelikan narkotika jenis shabu seharga Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah). 

Kemudian terdakwa menyanggupinya dan terdakwa langsung menelpon temannya yang berinisial  AL untuk membeli narkotika jenis shabu seharga Rp. 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah). 

Setelah itu terdakwa melakukan transaksi dengan temannya AL di pinggiran sungai Kelurahan Pintu Air Kecamatan Rangkui Pangkalpinang. Kemudian terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu seberat 0,6038 gram seharga Rp. 1.400.000.

Sepulang dari transaksi tersebut terdakwa langsung membagikan paket sabu-sabu menjadi 3 paket kecil. Tak lama dari itu terdakwa ditelpon oleh pembeli yang memesan narkotika jenis shabu-shabu dan mengajaknya bertemu di pinggir sungai Kelurahan Pintu Air.

Ketika menunggu pembeli tersebut terdakwa didatangi oleh kepolisian dan dilakukanlah penggeledahan. Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 (satu) plastik strip berisi 3 (tiga) paket narkotika jenis shabu.

"Terdakwa Pebri Kusbianto di vonis 5 tahun 3 bulan penjara dengan denda Rp. 1 M dan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan"ungkap ketua hakim Wahyudinsyah dihadapan terdakwa.

Ketua hakim juga menyampaikan hak terdakwa dalam memberikan tanggapan atas sidang putusannya kali ini.

"Atas putusan ini terdakwa memiliki hak menerima, menikah atau fikir-fikir"jelasnya diakhir persidangan.

Mendengar hal itu terdakwa langsung menerima hasil putusan tersebut.

Sidang dipimpin oleh ketua hakim Wahyudinsyah dan didampingi anggota hakim Iwan Gunawan dan Hotma Sipahutar serta jaksa penuntut umum A.Harry di ruang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang.(*)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help