Mahfud MD Tolak Tawaran Jabatan Menkopolhukam, Jaksa Agung hingga Komisaris Utama, Ini Alasannya

Mahfud MD mengungkapkan dirinya hingga saat ini masih bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mahfud MD Tolak Tawaran Jabatan Menkopolhukam, Jaksa Agung hingga Komisaris Utama, Ini Alasannya
capture tv one
Mahfud MD dalam program acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (14/8/2018) malam. 

BANGKAPOS.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan  dirinya hingga saat ini masih bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikannya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema "Kejutan Cawapres: Antara Mahar Politik dan PHP" yang tayang di tvOne, Selasa (14/8/2018).

Mahfud MD mengatakan dirinya masih bersama dengan Jokowi seiring dengan tidak terpilihnya menjadi cawapres.

Pasalnya, dirinya masih anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Sampai sekarang saya bersama Pak Jokowi. Pak Jokowi punya dua fungsi, satu dalam fungsi kenegaraan dia presiden, tapi politiknya dia calon presiden. Saya bersama pak jokowi sekurang-kurangnya sampai saat ini di kenegaraan di BPIP," ujar Mahfud MD.

Baca: Mahfud MD Ungkap Kronologi soal Cawapres Jokowi, Ukur Baju hingga Tersinggung dengan Ketum PPP

Lantas, Mahfud MD mengungkapkan kronologi kenapa dirinya masih ingin bersama dengan Jokowi di pemerintahan.

Mahfud mengungkit pada masa lalu, jika dirinya sempat diperhadapkan dengan beberapa tawaran yang menarik, seperti diantaranya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) hingga Komisaris Utama.

Pada Mei 2015, dirinya ditawari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk menjadi Menkopolhukam.

"Saya di tawari jabatan menteri sejak awal di dalam kabinetnya (Jokowi) ini, pada bulan Mei tahun 2015, saya diberitahu oleh Pak Luhut, 'Pak Mahfud, pemerintah perlu bantuan untuk Menkopolhukam, karena mau ada reshuflle, Pak Jokowi sangat menghargai profesionalitas Pak Mahfud disini'," kata Mahfud.

"Saya bilang seneng banget jabatan ini, tapi saya kan punya etika politik karena tahun 2014 saya mendukung Prabowo. Masak, saya masuk kabinetnya Pak Jokowi? Kan nanti saya diketawain orang, yang berkeringat untuk Jokowi kan banyak, kalau diangkat oke, tapi inget yang mau jadi Menko banyak," ungkap Mahfud menambahkan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help