STKIP Menuju Universitas, Gelar Lokakarya Penyusunan Visi Misi UMBB

Menyongsong perubahan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung menjadi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

STKIP Menuju Universitas, Gelar Lokakarya Penyusunan Visi Misi UMBB
Ist
Foto bersama narasumber serta dari STKIP Muhammadiyah Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM— Menyongsong perubahan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung (STKIP MBB) menjadi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UMBB), STKIP MBB menggelar Lokakarya Penyusunan Visi Misi Tujuan dan Sasaran UMBB, Selasa-Rabu (14-15/8) di Ruang Babel.

Kegiatan ini menghadirkan tiga nara sumber yakni Prof Dedik Budianta dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II (LLDIKTI),  Muhammad Samsudin dari Ditlitbang Muhammadiyah dan Asyraf Suryadin dari STKIP MBB.

Turut hadir Ketua Tim Studi Kelayakan Prof Saparudin, unsur Pimpinan Wilayah  Muhammadiyah Bangka Belitung, Stakeholder dari berbagai instansi, Pemuda Muhammadiyah, Aisyiah, NA, IMM, dan BEM STKIP serta mahasiswa.

Ketua Tim Studi Kelayakan Prof Saparudin menegaskan bahwa kebutuhan kedepan adalah  perkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan maka sudah saatnya STKIP berubah menjadi universitas untuk bisa menjawab tantangan kedepan.

“Tantangan kedepan adalah kemajuan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan untuk itu perubahan menjadi universitas ini suatu keharusan,” paparnya kepada bangkapos.com melalui siaran pers, Kamis (16/8/2018).

Ditambahkan Prof Dedik Budianta tantangan pendirian universitas baru adalah keberlanjutan dan penjaminan mutu.

“Keberlangsungan universitas ini ditentukan oleh mahasiswa, percuma gedung tinggi bagus tapi tidak ada mahasiswa, karena sekarang ini swasta an negeri tidak ada bedanya. Kampus juga tidak bisa hanya mengandalkan uang dari mahasiswa, namun harus ada unit usaha. Disamping itu penelitian dosen juga harus bagus,” tandasnya.

Dikatakan Dedik kalau kampus berkualitas bagus dimanapun akan dicari orang, untuk menjadi kampus berkualitas ini maka penjaminan mutu harus jalan.

Ditambahkan Dedik keberhasilan perguruan tinggi diukur dari keberhasilannya menghasilkan SDM yang mampu bersaing, mandiri, adaptable, inovatif dan berkarya kreatif.

“Disamping itu juga mampu menghasilkan kerjasama di berbagai bidang dan mampu menghasilkan banyak enterpreneur,” terangnya.

Sementara itu Muhammad Samsudin dari Ditlitbang Muhammadiyah memaparkan semangat penting muhammadiyah adalah mencerdaskan bangsa, memiliki kampus hebat bukan tujuan utama namun bagaimana mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan mampu menangani berbagai bidang pekerjaan dan pengabdian masyarakat secara cerdas dan profesional.

“Pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan pencerahan kesadaran ketuhanan yang menghidupkan, mencerdaskan dan membebaskan manusia dari kebodohan dan kemiskinan bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia,” jelasnya.(*)

Penulis: khamelia
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help