Takut Ketahuan Orang, Pasangan Ini Sembunyikan Bayi di Jok Motor hingga Tewas

Pil penggugur kadungan didapatkan Dimas, ayah bayi tewas setelah ditaruh jok motor, dari perawat yang bertugas di Aceh.

Takut Ketahuan Orang, Pasangan Ini Sembunyikan Bayi di Jok Motor hingga Tewas
surya/danendra kusumawardana
Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata dan pelaku Dimas Sabhra Listianto menunjukan jok motor tempat menaruh bayi, Selasa (14/8/2018). 

Namun, mengetahui bayi itu masih hidup, Dimas pun panik. Di tengah kekalutan, kedua pasangan itu pun tak tega melihat wajah bayi lalu membawanya ke puskesmas Gayaman.

"Karena mungkin mereka bingung pada waktu itu serta tak ingin ketahuan oleh warga maupun pengendara motor, bayi tersebut di masukkan kedalam jok motor.

Kami terus mendalami mengapa mereka tega memasukkan bayi kedalam jok," terang Kasatreskrim polres Mojokerto AKP M Sholikhin Fery, Rabu (15/8/2018).

Sesampainya di Puskesmas Gayaman, bayi tersebut diperika oleh bidan dan dinyatakan kritis.

Lalu pihak Puskesmas Gayaman merujuk Bayi itu ke RS Gatoel.

Namun, nyawa bayi tersebut tak dapat tertolong.

"Jarak antara Villa yang ditempati ke Puskesmas Gayaman memakan waktu 20 menit. Bayi yang berusia 8 bulan tersebut dinyatakan meninggal dunia ketika sampai oleh dokter di RS Gatoel.

Baca: Jadi Viral, Bawakan Lagu Nike Ardila Penyanyi ini Jatuh Pingsan Diatas Panggung

Pelaku Dimas membungkus bayi dengan kaos berwarna biru lalu memasukkannya kedalam jok motor Nmax," timpal Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata saat memberikan keterangan pers Selasa (14/8/2018).

Leonardus mengatakan, pelaku wanita sempat melarikan diri. Tetapi pihak kepolisian dengan cekatan berhasil menangkap pelaku.

"Saat ini pelaku perempuan masih di rawat di Rumah Sakit," pungkasnya.

Pihak kepolisian menyita barang bukti berupa STNK, motor Nmax merah dengan W 3192, pakaian untuk membungkus bayi, bungkus obat penggugur janin, dan gawai.

"Sementara ini tersangka dikenakan Pasal berlapis 77a Ayat 1 untuk aborsi serta 80 Ayat 3 dan 4 tentang kekerasan anak," pungkasnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved