Tiga Minggu Dikarantina, Paskibraka Belitung Timur Melepas Rindu Pada Orangtua

Usai pengukuhan 32 Paskibraka Beltim 2018 diperbolehkan Bupati Beltim Yuslih Ihza melepas rindu bertemu dengan orang tuanya

Tiga Minggu Dikarantina, Paskibraka Belitung Timur Melepas Rindu Pada Orangtua
istimewa
Dicky Kurniawan (3 dari kiri) dihibur anggota paskibraka lainnya. (15/8/2018) Malam. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM  -   Usai pengukuhan 32 Paskibraka Beltim 2018 diperbolehkan Bupati Beltim Yuslih Ihza melepas rindu bertemu dengan orang tuanya di Aula kantor Camat Manggar. 

Setelah hampir tiga minggu anggota paskibraka dikarantina, sebagai calon Paskibraka, suasana haru tampak di aula tersebut pada Rabu (15/8/2018) malam.

Tampak putra-putri terbaik Beltim tersebut memeluk dan menitikan air mata setelah hampir tiga minggu tak bersua dengan orang tua mereka

Disaat semua anggota paskibraka diperbolehkan bertemu orangtuanya, satu diantara mereka melangkah menuju sudut ruangan ruangan aula berdiri tegap sambil tersenyum kecil sembari menatap satu persatu kawannya yang bisa bertemu langsung dengan orang tua mereka, melepaskan rasa rindu.

Dicky Kurniawan pemuda asal Ogan Ilir, Sumata Selatan yang merantau ke Beltim untuk melanjutkan sekolah. Dicky tinggal sendirian di Desa Kelubi, untuk medekati jarak ke sekolah di SMK 1 Renggiang.

Dicky yang duduk di bangku kelas tiga merasa bangga bisa menjadi satu diantara Paskibraka Beltim, Meskipun tidak bisa bertemu dengan orang tuanya karena ada di Ogan Ilir, Dicky masih berusaha tegar disaat kawan-kawannya melepas rindu dengan orang tua mereka.

"Orang tua sudah tau kalau jadi Paskibraka, dapat pesan juga dari orang tua tetap semangat mgejar cita-cita, tetap semangat walaupun sendiri, mereka tetap mendoakan," ujar Dicky kepada posbelitung.

Ketua Pembina Paskibraka kabupaten Beltim Sumantho menyampaikan, 32 Paskibraka terdiri dari 16 putra dan 16 putri, yang diseleksi dari 225 anak-anak SMA dan SMK se-Beltim dan diasramakan di Hotel Simpang Empat Manggar.

Sumantho juga menyampaikan yang ditanamkan Paskibraka yaitu pola pembinaan dan kepemimpinan.

"Jadi kami mengajarkan mereka disiplin, tatacara hidup mereka itu diatur dari mulai makan, bangun tidur dan ibada diatur, kami tidak melakukan pendidikan semi militer, tetapi menuju pola kepemimpinan supaya mereka kedepannya bisa menjadi pemimpin," ujar Sumantho kepada posbelitung, Rabu (15/8/2018).

Anggota paskibraka Beltim dilatih dan dibina dari unsur TNI, Polri dan Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Beltim. Sumantho juga menyampaikan secara mental semua siap. 

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help