Pangkalpinang dan Pulau Bangka Miliki Jejak Sejarah di Awal Kemerdekaan RI

Pangkalpinang dan Pulau Bangka Miliki Jejak Sejarah di Awal Kemerdekaan RI.

Pangkalpinang dan Pulau Bangka Miliki Jejak Sejarah di Awal Kemerdekaan RI
Bangka Pos/Edwardi
DPRD Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda acara mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Kamis (16/8). 

BANGKAPOS.COM - DPRD Kota Pangkalpi­nang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Kelima Masa Persidangan III Tahun 2018 dengan Agenda Acara Mendengarkan Pidato Kene­garaan Presiden RI dalam rangka Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Kamis (16/8).

Kegiatan ini dipimpin Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari dan Wakil Ketua, DM Amir Gandhi dan Abang Hertza serta dihadiri Plt Wali Kota Pangkalpinang, M Sopian, para anggota DPRD, Sekretaris Daerah Ratmida Dawam, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para pejabat Eselon II, III, Camat dan Lurah di lingkungan Pemkot Pangkalpinang dan undangan lainnya.

Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua undangan dan tamu untuk mengikuti rapat paripurna istimewa ini.

“Mari kita mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018 dengan ini dibuka,” kata Achmad Subari.

Ditambahkannya hari ini kita melaksanakan suatu bentuk konvensi dalam sistem ketatanegaraan, yaitu mendengarkan Pidato Kene­garaan Presiden RI dalam rangka Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus.

“Kegiatan ini kita ikuti secara langsung melalui media televisi,” ujarnya.
Achmad Subari meng­atakan Pangkalpinang, dan Pulau Bangka umumnya memiliki jejak sejarah tersendiri di era awal Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dia mengatakan, semang­at dan perwujudan kemerdekaan harus diikuti dengan peristiwa sejarah besar di Pangkalpinang dan Bangka. Pada 22 Desember 1948-6 Juli 1949, Bangka secara defacto adalah Ibukota Republik Indonesia.

Perundingan-perundingan antar Indonesia dengan Belanda yang dimediasi dunia melalui UNCI (United Nations Commicion for Indonesia) dilangsungkan di Bangka.

”Abdul Gaffar Pringgodigdo dalam buku Memoar Bung Hatta, mengatakan bahwa pada saat kami dari Muntok menuju Pangkalpinang untuk bertemu KTN, sesungguhnya saat ini ada dua pusat diplomasi politik internasional, yaitu di Washington DC dan di Bangka,” ujar Acu, sapaan akrabnya.

Dalam konteks ketatane­garaan, kata Subari, sesungguhnya Negara Republik Indonesia sudah dihapus oleh Belanda pada saat Agresi Milter Belanda II. Ketika berada di Bangka saat itu, Bung Karno meng­atakan, bahwa merdeka akan datang sebelum matahari terbit di bulan Januari tahun 1950.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help