Dinsos Basel Siapkan Enam Kaki Palsu untuk Penderita Disabilitas Kurang Mampu

Untuk disabilitas fisik, ada bantuan kaki palsu, kursi roda dan tongkat. Untuk kaki palsu ada enam orang dan tidak

Dinsos Basel Siapkan Enam Kaki Palsu untuk Penderita Disabilitas Kurang Mampu
Bangka pos / Anthoni
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan desa Kabupaten Bangka Selatan Benny Supratama,

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan, menyalurkan bantuan bagi penderita Disabilitas fisik.

Bantuan tersebut disalurkan kepada penderita disabilitas kategori tidak mampu.

Bantuan tersebut berupa kaki palsu, kursi roda dan tongkat.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan Benny Supratama, menyebutkan tahun 2018 ini tercatat ada enam penderita disabilitas yang menerima kaki palsu.

Bahkan dalam waktu dekat  memasuki tahapan pemasangan kaki palsu.

" Untuk disabilitas fisik, ada bantuan kaki palsu, kursi roda dan tongkat. Untuk kaki palsu ada enam orang dan tidak lama lagi ke enam nya akan berangkat ke jakarta untuk mengukur dan memasang kaki palsu itu," ujar Benny kepada bangkapos.com, Minggu (19/8/2018).

Selain fisik, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan juga melakukan pendampingan bagi penderita disabilitas mental.

Hingga Agustus tahun 2018, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Basel, telah mendampingi 20 penderita disabilitas mental menjalani perawatan di RSJ Sungailiat Kabupaten Bangka.

Tak hanya perawatan di RSJ saja, namun tak sedikit pasien disabilitas mental menjalani perawatan di panti rehabilitas mental bengkulu Bengkulu.

Namun biasanya kuota program tersebut ditentukan Kementrian Sosial (Kemensos)

" Selain fisik, disini kami juga melakukan pendampingan penderita disabilitas mental. Tahun ini ada 20 orang. Mayoritas ke RSJ, tapi ada juga yang di rehab ke Bengkulu. Namun itu yang menunjuk dan menentukan kuotanya Kemensos," ujar Benny.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved