Ini Hasil Audit LPP POM MUI untuk Dua Warung Makan di Belitung

LPPPOM MUI memang telah melakukan audit di Mie Atep dan dan Rumah Makan Ratu Rasa pada April lalu.

Ini Hasil Audit LPP POM MUI untuk Dua Warung Makan di Belitung
Bangka Pos / Krisyanidayati
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia, Provinsi Bangka Belitung, (LPP POM MUI), Nardi Pratomo. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia, Provinsi Bangka Belitung, (LPP POM MUI), Nardi Pratomo mengatakan pihaknya memang telah melakukan audit di Mie Atep dan dan Rumah Makan Ratu Rasa pada April lalu.

Ia mengatakan Mie Atep merupakan salah satu UMKM yang mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal dari pemerintah provinsi, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap UMKM.

"Kami turunkan auditor bulan april ternyata ditemukan sosis babi di lemari pendingin, kemudian kita berikan audit memo untuk berubah agar tidak ada lagi," kata Nardi, Minggu (19/8/2018).

Setelah memberikan memo audit, menurutnya pada saat kunjungan dinas koperasi dan UMKM masih ditemukan hal yang serupa.

"Ini artinya sudah jelas untuk tidak bisa kita luluskan sertifikat halal. Auditor kita menemukannya ditempat penyimpanan. Audit enggak kita lanjutkan sudah difatwakan tidak halal," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika pelaku usaha ingin kembali di audit, hal ini masih bisa dilakukan namun tidak masuk program pemerintah

"Dari kejadian Mie Atep kita ambil hikmah, ketika sama-sama mau memajukan usaha dan pariwisata kita dia harus bikin kejelasan, kalau semuanya halal maka harus mengikuti sistem jaminan halal LPOM MUI," katanya.

Menurutnya, jika memang ingin menjual makanan yang tidak halal sah-sah saja, asalkan hal ini diinformasikan kepada konsumen.

"Kalau jualan non halal boleh, tapi harus dikasih tau disitu belum halal atau mengandung babi enggak apa-apa seperti itu. Adanya sertifikasi halal kan memberikan kejelasan," katanya.

Nardi menjelaskan pihaknya masih tetap melakukan pembinaan, agar Mie Atep yang menjadi ikon makanan Belitung ini untuk bisa memenuhi sertifikasi halal.

"Kita tidak menyalahkan siapapun yang menyebarkan itu, karena mie Atep tidak menunjukkan itikad baik untuk berubah setelah kita berikan audit memo.

Kami masih tetap membina mie atep dan memberikan kesempatan, kita melihat masyarakat sudah mulai aware dengan kandungan yang tidak halal beredar masyarakat dan ini menjadi pukulan telak apalagi ini ikon pariwisata," sebutnya.

Sedangkan untuk rumah makan Ratu Rasa, ia menyebutkan pihaknya memang tidak melanjutkan audit, hal ini berdasarkan permintaan pelaku usaha. Namun, ditengah perjalanan audit pihaknya menemukan kandungan arak putih.

"Rumah makan Ratu Rasa itu mereka memang tidak mau meneruskan audit, mereka sudah buat surat pernyataan. Padahal sudah dibantu oleh pemerintah, karena tidak mau meneruskan audit, kita tidak bisa menyebutkan ada babi atau tidak karena auditnya belum tuntas. Tapi ada penggunaan arak putih yang digunakan produksi bahan makanan," jelasnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved