Kisah Tragis Kapal Perang Argentina General Belgrano, Tenggelam Tanpa Sempat Melawan

Kapal penjelajah Argentina ini rontok dan mencium dasar laut sebagai tumbal peperangan

Kisah Tragis Kapal Perang Argentina General Belgrano, Tenggelam Tanpa Sempat Melawan
Via intisari online
Kapal penjelajah General Belgrano 

Dan mungkin kegagalan jendral tua itulah yang menyadarkan Argentina bahwa armada kapal Inggris tak bisa dibuat main-main, sebab menurut perhitungan diatas kertas saja (bukan perhitungan di atas lautan) armada Inggris yang dikirim ke Pasifik Selatan memiliki kapal-kapal yang lebih hebat dan lebih mutakhir peralatannya, sulit untuk ditandingi oleh armada laut Argentina.

Keadaan inilah yang membuat Argentina mengubah jurus perangnya. Buku perang telah banyak kali menyatakan bahwa dalam perang pihak yang bisa merebut inisiatiflah yang bisa menang,  atau bisa dikatakan bahwa jangan biarkan lawanmu memilih cara berkelahi, tetapi paksalah lawanmu memakai cara yang kau pilih.

Agaknya ini yang dianut oleh Argentina, maka dengan serta merta ia mengubahnya.

Bukan kapal yang dipakainya untuk menggempur tetapi kekuatan angkatan udaranya (yang lebih lengkap serta lebih berisi lantaran bisa melepaskan banyak rudal) yang ternyata bisa merupakan "senjata rahasia" yang ampuh.

Untuk sesaat memang Argentina bisa berbangga. Ada empat kapal perang dan dua kapal pengangkut barang milik Inggris yang bisa ditenggelamkan sampai saat ini.

(Ini menurut pengakuan Inggris, menurut klaim Argentina lebih dari jumlah tersebut. (Biasa toh, perang selalu diikuti dengan perang saraf untuk menaikkan suhu dan semangat masing-masing pihak.)

Kapal Antik

Kalau toh Argentina mesti kehilangan kapal penjelajah ini memang harus banyak disayangkan.

Soalnya kapal ini termasuk kapal yang telah tua (bila dilihat dari kaca mata negara maju).

Bagaimana pula tidak? Kapal ini telah mengalami tiga zaman, yaitu zaman sebelum perang Dunia II, zaman perang Dunia ke II dan zaman perang Malvinas.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved