Nikmatnya Mendengarkan Alunan Musik Dambus dan Reggae di Resto Pantai Indah Batu Bedaun

Terlebih kita ingin menyampaikan ke masyarakat di luar Bangka bahwa Bangka ini banyak kebudayaan yang

Nikmatnya Mendengarkan Alunan Musik Dambus dan Reggae di Resto Pantai Indah Batu Bedaun
Bangkapos/Nurhayati
Group Musik Dambus Tanjung Kelayang Matras membawakan lagu-lagu Dambus, Sabtu (18/8/2018) malam di Resro Pantai Indah Batu Bedaun. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Alunan musik dambus yang dimainkan oleh Grup Musik Dambus Tanjung Kelayang dari Kelurahan membuat suasana di Resto Pantai Indah Batu Bedaun, Sabtu (18/8/2018) di Pantai Batu Bedaun menjadi semarak.

Apalagi dua seorang kakek dan seorang ibu tampak bersemangat menari berjoget bersama dalam hentakan musik dambus yang sarat makna.

Penonton pun bertepuk tangan menyaksikan alunan musik dambus diiringi tarian tersebut.

Suasana semakin meriah ketika Mr Palloo dari Coconuttrez menyanyikan lagu-lagu reggea seperti No Women No Cry. Bahkan ia menyanyikan lagu reggea yang berbahasa Palu Sulawesi Tengah berjudul Pakanoto Rara yakni Bahasa Kalili yang artinya obatin hati. 

Suara Mr Palloo yang merdu ditambah suasana pantai dengan deburan ombak dan desiran anginnya membuat lagu yang memiliki pesan mendalam ini semakin membuat kesan tersendiri di hati pendengarnya.

Apalagi lagu ini mengingatkan masyarakat tentang persaudaraan, jangan melupakan saudara hanya karena beda pilihan, beda pendapat, beda suku, agama dan ras karena perbedaan itu indah.

"Kita disini ketemu dan saling berinteraksi. Saya seneng sekali di sini melihat musik Dambus itu ternyata merupakan Pakanoto Rara mengobati hati. Melihat dan mendengarkan musik Dambus yang penuh rasa itu sangat bahagia saya. Terima kasih untuk om-om yang main dengan penuh rasa," ucap Palloo.

Diakui Pemilik Resto Pantai Indah Batu Bedaun, Arbi Leo pihaknya sengaja menampilkan musik Dambus karena ingin melestarikan budaya daerah Bangka dimana masih banyak masyarakat yang belum tahu musik dambus seperti apa. 

"Terlebih kita ingin menyampaikan ke masyarakat di luar Bangka bahwa Bangka ini banyak kebudayaan yang belum kita ekspose.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved