Video

Begini Pengakuan Bos Tambang Timah Sungai Perimping Soal Temuan Pistol di Kontrakannya

Tersangka DI alias Ded (30), berdalih senjata api (senpi) yang ditemukan polisi di rumahnya, milik orang lain

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tersangka DI alias Ded (30), berdalih senjata api (senpi) yang ditemukan polisi di rumahnya, bukan miliknya tapi milik orang lain.

Bos Tambang Inkonvensional di Sungai Perimping Riausilip- Belinyu Bangka mengaku Pistol itu ditawarkan seharga Rp 500 Ribu oleh seseorang yang ia kenal, sehari sebelum penangkapan.

Namun pengakuan tersangka, dianggap tak masuk akal sehingga polisi tetap menjebloskannya dalam penjara.

"Jam tujuh pagi dia (teman tersangka) mau pulang, dan minjem duit. Dia nawarin senjata itu. Awalnya saya pikir korek api (berbentuk senpi)," kata Tersangka DI alias Ded (30) saat diintrogasi Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S Sophian pada agenda konfrensi pers di Mapolres Bangka, Selasa (20/8/2018).

Tersangka mengaku kaget saat ternyata diketahui benda yang ditawarkan pistol sungguhan, revolver jenis rakitan.

"Lalu saya kembalikan. Saya bilang ke dia kalau dak makan, makan lah di rumah saya, tapi dia tetap mau jual pistol ini lima ratus ribu (rupiah). Karena aku nggak ada duit, dia nitip pistol itu di rumah saya," kata Tersangka Ded, seraya menyebut, setelah itu orang yang dimaksud pergi, namun tetap meninggalkan pistol di rumahnya.

Sayangnya pengakuan Tersangka Ded dianggap rekayasa. Apalagi dia tak bisa menyebutkan identitas orang si pemilik pistol tadi. Polisi yakin, sebenarnya pistol ini milik Tersangka DI lias Ded.

Tersangka kemudian ditahan, dan diancam penjara maksimal 20 tahun.

Dilansir edisi sebelumnya disebutkan, sebuah rumah kontrakan di Dusun Cangkum Desa Ridingpanjang Belinyu dikepung polisi. Kediaman bos tambang ilegal (TI Rajuk) ini digeledah karena polisi mendapat kabar, tentang kepemilikan senjata api (senpi).

Kecurigaan polisi membuahkan hasil, sepucuk pistol rakitan terbungkus kantong plastik warna hitam ditemukan di bawah rak piring rumah tadi, Kamis (16/8/2018) malam.

Saat Tim Buru Sergap (Buser) Polres Bangka datang, penghuni rumah, yang diduga pemilik benda berbahaya, tersangka DI alias Ded ( 30) sedang santai menonton televisi.

Mengenakan celana jeans pendek warna biru kusam, tanpa baju, pria asal Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) yang dimaksud, sempat terperangah.

Ia tak sempat lagi menyembunyikan keberadaan senjata api yang sebelumnya diletakan di bawah rak piring kontrakannya. Polisi ketika itu bergerak cepat, membuat DI alias Ded, tak berdaya.

Barang bukti kemudian diperlihatkan padanya, namun DI alias Ded, menyangkal memiliki senjata. DI alias Ded bahkan berbelit-belit, beralasan pistol yang dimaksud milik anak buah Ti-nya di Sungai Perimping..

Namun polisi tak percaya begitu saja pada pria pemilik dua mobil tadi. DI alias Ded diminta menujukan identitas anak buah yang ia tuding sebagai pemilik senjata.

Namun sayang, hal itu tak dapat ia lakukan. Bos tambang tersebut kemudian digelandang ke Mapolres Bangka guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kasat Reskrim AKP Rio Reza Parindra, Sabtu (18/8) malam menyatakan, telah menahan pria berinisial Tersangka DI alias Ded. "Atas perkara menguasai dan menyimpan senjata api berikut amunisi tanpa ijin," katanya.

Tersangka DI alias Ded, diancam pidana penjara paling lama 20 tahun, melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Modus operandinya adalah, pelaku menguasai dan menyimpan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver yang pada bagian selindernya terdapat sebutir amunisi atau peluru tajam tanpa ijin pihak yang berwenang," tegas Kasat seraya menambahkan, saat penyergapan, istri tersangka sedang mudik ke Palembang.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help