Kementrian Agama Babel: Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada 22 Agustus 2018

Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengatakan hari Raya IdulAdha tahun 2018 jatuh pada Rabu (22/8/2018).

Kementrian Agama Babel: Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada 22 Agustus 2018
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung, Muhammad Ridwan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengatakan hari Raya IdulAdha tahun 2018 jatuh pada Rabu (22/8/2018).

Hal ini berdasarkan Rukyatul Hilal yang dilakukan pada 11 Agustus lalu. Ridwan menyebutkan saat Rukyatul Hilal penentuan 1 Zulhijah tanggal 11 Agustus hilal belum kelihatan. Sehingga bulan Zulkaidah digenapkan menjadi 30 hari.

Hilal dipantau dari 75 titik di seluruh Indonesia dan belum melihat hilal, termasuk di Babel juga belum kelihatan pada tanggal 11 Agustus itu.

"Pada saat tanggal 11 Agustus itu belum kelihatan hilalnya, maka digenapkan menjadi 30 hari. Sehingga 1 Zulhijah jatuh pada tanggal 13 Agustus untuk di Indonesia, dengan demikian 10 Zulhijah atau hari raya IdulAdha jatuh pada tanggal 22 Agustus. Ini sudah ditetapkan pemerintah dan disepakati oleh ormas Islam," kata Ridwan, Senin (20/8/2018).

Ia menyebutkan Rukyatul hilal dilakukan di awal bulan bukan hanya pada saat lebaran saja.

"Rukyatul hilal diambil diawal bulan, bukan awal lebarana, kalau melihat Zulhijah itu diakhir Zulkaidah," tambahnya.

Ia menyebutkan tahun ini memang ada perbedaan lebaran Idul Adha di Makkah dengan di Indonesia, pasalnya di Makkah hari ini sudah dilakukan wukuf dan akan melaksanakan Idul Adha pada Selasa (21/8/2018).

"Yang beda hanya di Makkah, di Indonesia sudah ditetapkan sama akan lebaran tanggal 22 Agustus. Di Makkah hari ini sudah wukuf sehingga besok mereka sudah lebaran karena kemungkinan mereka sudah melihat hilal pada 11 Agustus lalu. Sehingga ditetapkan tanggal 12 Agustus itu sudah 1 Zulhijah. Perbedaan itu mungkin karena perbedaan waktu kita, di kita lebih cepat 4 jam, mungkin pada saat kita melihat hilal belum kelihatan, pada saat mereka melihat itu sudah muncul karena perbedaan waktu itu," jelasnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help