Cuaca Panas, Sehari Satpol PP Terima 4-5 Kali Laporan Kebakaran

Daerah rawan kebakaran terutama di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Matras, Sri Menanti, Rambak dan Tanjung Pesona

Cuaca Panas, Sehari Satpol PP Terima 4-5 Kali Laporan Kebakaran
Bangka Pos/Nurhayati
M Dalyan Amrie 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Musim kemarau dan cuaca panas menyebabkan intensitas terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Bangka cukup tinggi, dimana dalam satu hari bisa terjadi 4-5 kali laporan kebakaran terutama pada daerah semak belukar.

"Daerah rawan kebakaran terutama di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Matras, Sri Menanti, Rambak dan Tanjung Pesona. Kami dari petugas pemadam kebakaran yang saat ini gabung dengan Satpol PP saat ini siaga terus, kita sudah menyiapkan personil khusus," kata M Dalyan Amrie, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka, Selasa (21/08/2018).

Diungkapkannya, untuk personil damkar satu regu ada 8 orang, dan didukung anggota Satpol PP.

"Kita ada 3 regu damkar yang standby masing-masing regu 8 orang dan dibantu 6 orang anggota Satpol PP," jelasnya.. 

Diakuinya untuk saat ini kejadian kebakaran masih bisa diatasi anggota damkar, selain itu juga dibantu unsur terkait lainnya seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tagana, SPGDT dan lainnya.

"Kita juga membentuk tim gerak cepat untuk pemadaman yang diatur bila ada kejadian kebakaran bisa bergerak cepat untuk melakukan pemadaman," ujarnya.

Menurutnya dari hasil pantauan saat ini penyebab terjadinya kebakaran semak belukar ini karena dibakar sendiri oleh manusia.

"Mungkin tujuannya untuk tindakan ekonomis, misalnya untuk membuka lahan kalau menggunakan tenaga manusia upahnya mahal tapi dengan sengaja dibakar biaya tidak seberapa. Selain itu sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat membuka lahan itu dengan dibakar," ungkapnya.

Diharapkannya, bila memang masyarakat menggunakan cara-cara membakar seperti itu agar menyiapkan tenaga untuk menjaga jangan sampai kebakaran lahan itu meluas.

Tapi sering kali di lapangan masyarakat ini sudah tidak mampu lagi mengatasi api ini sehingga meminta bantuan petugas damkar.

"Jadi intinya kejadian kebakaran lahan itu terjadi karena kepentingan maupun karena ulah manusia yang membuang puntung rokok sembarangan di hutan," imbuhnya seraya minta agar masyarakat menjaga dan membantu untuk mencegah terjadinya kebakaran ini.(*)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help