Fatwa MUI: Vaksin MR Haram Namun Boleh Digunakan Jika Terpaksa - inilah Risiko Jika Tidak Dilakukan

Fatwa MUI: Vaksin MR Haram Namun Boleh Digunakan Jika Terpaksa - inilah Risiko Jika Tidak Dilakukan

Fatwa MUI: Vaksin MR Haram Namun Boleh Digunakan Jika Terpaksa - inilah Risiko Jika Tidak Dilakukan
depkes.go.id
Ilustrasi Imunisasi MR 

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.

2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang undangan.

3. Pemerintah harus menjadikan oertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal serta melalui WHO dan negara negara berpenduduk muslim agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat obatan dan vaksin yang suci dan halal.

"Fatwa ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurmakan sebagaimana mestinya," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof. Dr. H. Hasanuddin AF, MA yang menandatangani fatwa tersebut di gedung MUI Pusat, Jakarta. 

Sebelumnya sejumlah pihak menunda pelaksanaan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) karena belum adanya stempel Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Apa sebenarnya risiko jika imunisasi Measles dan Rubella tak dilaksanakan?

Menteri Kesehatan Republik Indonesia justru menggalakkan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) mengungkap bahayanya jika imunisasi ini tak dilakukan.

Berikut fakta-faktanya yang dirangkum bangkapos.com dari laman resmi Kementerian Kesehatan:

1. Campak Bisa Sebabkan Kematian, pencegahan melalui imunisasi MR

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved