Ibrahim Hongkong Diamankan, Terungkap Upah Kurir Capai Ratusan Juta Bawa Sabu dan Ekstasi

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memberantas peredaran narkoba jaringan internasional, Malaysia-Indonesia.

Ibrahim Hongkong Diamankan, Terungkap Upah Kurir Capai Ratusan Juta Bawa Sabu dan Ekstasi
TRIBUN-MEDAN/Sofyan Akbar
Ilustrasi. Foto saat Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari saat melakukan pemaparan penangkapan bandar sabu di Jalan Tritura, Selasa (20/3/2018) lalu. 

BANGKAPOS.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memberantas peredaran narkoba jaringan internasional, Malaysia-Indonesia.

Pada pengungkapan kasus kali ini, BNN berhasil amankan 150 narkotika jenis sabu dan 30 ribu pil ekstasi berwarna biru dengan cap mahkota.

Jaringan internasional tersebut melibatkan anggota DPRD Kabupaten Langkat, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong.

Pria bertubuh gempal ini tak mengucapkan sepatah katapun terkait paparan pengungkapan kasus narkotika yang dikendalikannya untuk beberapa wilayah Indonesia seperti Aceh, Sumut dan Kepulauan Riau.

Kepala Deputi Bagian Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Arman Depari mengatakan, tersangka Ibrahim merupakan pengendali untuk beberapa wilayah di Indonesia.

Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong ditangkap BNN Karena memiliki 105 kilogram sabusabu dan 30 ribu ektasi.
Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong ditangkap BNN Karena memiliki 105 kilogram sabusabu dan 30 ribu ektasi. ()

"Ibrahim menjanjikan upah sebesar Rp 200 juta untuk mengantar barang dari perbatasan antara negara Malaysia dan Indonesia. Pelaku-pelaku ini menggunakan perahu nelayan (kapal ikan) lalu membawanya ke darat," ujarnya, Selasa (21/8/2018).

Dalam pengakuannya, sambung Arman, Ibrahim sudah melakoni peredaran narkoba sebanyak dua kali.

"Ya biasalah dalam pengakuannya hanya dua kali. Untuk aset, semua akan kami selidiki dan jaringan lainnya. Mohon doanya dan saya ucapkan terimakasih kepada angkatan laut, polair, petugas dari negara Malaysia," kata Arman.

Masih kata Arman, kurir-kurir narkotika ini tak takut mati, dengan uang mereka nekat menjadi transportasi narkotika.

"Mereka gak sayang nyawanya, karena uang mereka buta. Lebih takut tak punya uang daripada mati," tegas Arman.

Maraknya peredaran narkotika di wilayah Aceh, Sumut dan kepulauan Riau, BNN mengaku kesulitan dikarenakan Indonesia urutan kedua di dunia yang memiliki garis pantai terluas.

Namun, BNN tetap serius dalam memberantas narkoba jaringan internasional.

Hal tersebut langsung disampaikan oleh Deputi pemberantas BNN pusat, Irjen Arman Depari. Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara yang pantainya terluas di dunia dengan urutan ke dua setelah Canada.

"Namun dengan begitu, kami akan terus berantas peredaran narkoba baik melalui jalur tikus, anak tikus dan saudara tikus. Tidak ada pandang bulu, semua diberantas," kata Arman Depari saat paparan pengungkapan sabu di dermaga Bea cukai Sumut, Selasa (21/8/2018). (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved